Diduga Bermula dari Bakar Sampah, 10 Hektare Lahan di Madiun Dilalap Api

Dian Rahayu • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 10:32 WIB
DIPADAMKAN: Petugas Damkar Kabupaten Madiun, BPBD, dan warga berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Minggu (13/9). DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN
DIPADAMKAN: Petugas Damkar Kabupaten Madiun, BPBD, dan warga berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Minggu (13/9). DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN

Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran lahan meluas hingga sekitar 10 hektare di Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Minggu (13/9).

Tiupan angin kencang membuat kobaran api cepat merambat hingga mengancam bangunan dan permukiman warga di sekitar lokasi.

Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Namun, kobaran yang terus meluas membuat mereka akhirnya meminta bantuan petugas pemadam kebakaran dan BPBD Kabupaten Madiun.

Darsono, warga setempat, mengatakan api diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah tidak jauh dari lokasi.

Angin yang bertiup cukup kencang ke arah selatan kemudian membuat api merembet dengan cepat.

’’Panik karena hampir mengenai bangunan, kami coba padamkan dengan alat seadanya tapi tidak mengatasi, akhirnya lapor ke Damkar dan BPBD,’’ ujarnya.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Madiun Imam Nurwedi mengatakan, kebakaran lahan di Mojopurno tersebut mencakup dua jenis area.

Di sisi timur terdapat lahan bekas tanaman padi, sedangkan sisi barat merupakan kebun jati.

Di antara kedua area tersebut terdapat sejumlah bangunan milik warga. Kondisi itu membuat petugas memprioritaskan upaya mencegah kobaran api merembet lebih jauh menuju permukiman.

’’Dari dua lokasi lahan ini, di tengah-tengahnya ada banyak bangunan milik warga. Sehingga kami melakukan penanganan dikhawatirkan bisa merambat ke permukiman warga,’’ ujarnya.

Sebanyak tiga mobil Damkar Kabupaten Madiun diterjunkan ke lokasi. Proses pemadaman turut melibatkan BPBD Kabupaten Madiun serta warga sekitar.

Angin yang mengarah ke selatan menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman.

Sebab, api dengan cepat merambat ke arah kawasan yang terdapat bangunan warga.

’’Keseluruhan ada sekitar 10 hektare lahan yang terbakar hari ini. Sampai siang ini sudah 95 persen proses pemadaman, masih kami upayakan memadamkan beberapa titik yang masih ada apinya,’’ jelas Imam.

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi peringatan mengenai tingginya risiko kebakaran selama musim kemarau.

Kondisi vegetasi yang kering ditambah angin cukup kencang membuat api lebih mudah menyebar ketika muncul sumber pembakaran.

Imam meminta masyarakat tidak membakar sampah sembarangan.

Apabila melakukan pembakaran, warga diminta memastikan api benar-benar padam dan tidak meninggalkan lokasi selama masih terdapat bara.

’’Sekali lagi kami imbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, karena di musim kemarau ini membuat api cepat merambat terlebih intensitas angin cukup kencang,’’ pungkasnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
pembakaran sampah kebakaran lahan di Mojopurno BPBD Kabupaten Madiun Damkar Kabupaten Madiun