RSUD Kota Madiun Jemput Bola di WBR-CFD, Sekali Kegiatan Layani 400 Warga

Erlita H • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 10:37 WIB
JEMPUT BOLA: Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun meninjau layanan kesehatan gratis dari RSUD Kota Madiun dalam kegiatan Wali Kota Bersama Rakyat (WBR) di Kecamatan Manguharjo. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
JEMPUT BOLA: Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun meninjau layanan kesehatan gratis dari RSUD Kota Madiun dalam kegiatan Wali Kota Bersama Rakyat (WBR) di Kecamatan Manguharjo. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Kesibukan kerja tak lagi menjadi alasan menunda pemeriksaan kesehatan.

RSUD Kota Madiun memilih jemput bola dengan memboyong sejumlah layanan kesehatan ke kegiatan Wali Kota Bersama Rakyat (WBR) hingga Car Free Day (CFD). Dalam sekali kegiatan, sekitar 300–400 warga dapat terlayani.

Direktur RSUD Kota Madiun dr Muhammad Nur, Sp.OG mengatakan, pola jemput bola tersebut menyasar masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk mendatangi fasilitas kesehatan pada jam pelayanan reguler.

’’WBR dan Car Free Day kami jadikan salah satu wadah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama yang tidak sempat datang ke fasilitas kesehatan saat jam kerja,’’ ujarnya, Minggu (13/9).

Jenis layanan kesehatan yang dibawa RSUD Kota Madiun dibuat bergantian. Mulai pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi anemia, pemeriksaan mata, hingga fisioterapi.

Sementara saat CFD, masyarakat dapat memanfaatkan konseling kesehatan yang mencakup gizi, kehamilan dan kandungan, serta berbagai persoalan kesehatan lainnya.

Layanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kota Madiun. Masyarakat dari luar daerah juga diperbolehkan memanfaatkannya.

Selain memperluas akses kesehatan, kegiatan itu sekaligus menjadi sarana mengenalkan berbagai pelayanan yang tersedia di RSUD Kota Madiun.

’’Warga kota (Madiun) boleh, warga luar kota juga boleh. Tidak terkecuali. Niatnya memang mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,’’ kata Muhammad Nur.

Antusiasme masyarakat disebut cukup tinggi. Dalam satu kegiatan WBR, sekitar 300–400 orang bisa mendapatkan pelayanan sejak pagi hingga malam.

Jadwal pemeriksaan sengaja dibagi untuk mencegah penumpukan antrean.

Pemeriksaan darah dilakukan pada pagi hari, kemudian dilanjutkan pelayanan mata dan fisioterapi mulai siang hingga malam.

’’Pagi memeriksa darah, kemudian siang sampai malam mata dan fisioterapi supaya tidak menumpuk,’’ jelasnya.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga ikut membuka pintu deteksi dini gangguan kesehatan.

Warga yang dari hasil screening terindikasi mengalami masalah kesehatan akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

’’Kalau ditemukan sesuatu, nantinya akan berlanjut ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan,’’ ungkap Muhammad Nur.

Dia berharap layanan kesehatan gratis dengan pola jemput bola tersebut tidak hanya mempermudah masyarakat memperoleh pemeriksaan.

Kehadiran rumah sakit langsung di tengah masyarakat juga diharapkan meningkatkan kedekatan sekaligus kepercayaan terhadap RSUD Kota Madiun.

’’Harapannya kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Kota Madiun semakin baik,’’ harapnya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, konsep Wali Kota Bersama Rakyat kini diarahkan tidak sebatas menjadi ruang bertemu masyarakat.

Setiap kelurahan dan organisasi perangkat daerah (OPD) diminta memetakan persoalan prioritas untuk ditindaklanjuti.

’’Sekarang WBR bagaimana saya dan teman-teman dari pemkot hadir harus bisa menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat,’’ ujarnya.

Menurut Bagus, WBR kini dilengkapi key performance indicator (KPI) untuk mengukur tindak lanjut setiap persoalan.

Target penanganan ditetapkan berdasarkan tingkat urgensi, mulai hari yang sama, keesokan harinya, tujuh hari, 30 hari, hingga maksimal 60 hari. (err/hrr)

Editor : Hengky Ristanto
Wali Kota Bersama Rakyat RSUD Kota Madiun Layanan Kesehatan Gratis cek kesehatan gratis