Begini Rencana Besar Penataan Kota Madiun 2027, Stadion Wilis hingga Alun-Alun Dirombak

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 22:32 WIB
KOREKSI RANCANGAN: Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun bersama Plt Kepala DPUPR Dwi Setyo Nugroho (kiri) dan Sekda Soeko Dwi Handiarto saat evaluasi perencanaan pembangunan 2027 di Graha Krida Praja, Selasa (15/9). Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun
KOREKSI RANCANGAN: Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun bersama Plt Kepala DPUPR Dwi Setyo Nugroho (kiri) dan Sekda Soeko Dwi Handiarto saat evaluasi perencanaan pembangunan 2027 di Graha Krida Praja, Selasa (15/9). Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun

Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah sudut Kota Madiun bakal berubah wajah pada 2027.

Pemkot menyiapkan sederet proyek penataan, mulai Stadion Wilis, Alun-Alun Kota Madiun, landmark Tugu UKS, menara heritage balai kota, drainase Jalan Kemiri, hingga Bundaran Serayu.

Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun telah mencermati langsung rancangan yang dipaparkan tim perencana.

Dia meminta pembangunan tidak sekadar mempercantik kota, tetapi memperkuat identitas sekaligus menghadirkan ruang yang benar-benar dapat dinikmati masyarakat.

Salah satunya landmark Tugu UKS di Perempatan Nglames. Desain yang disiapkan dinilai masih perlu diperkuat agar memiliki karakter yang mudah dikenali sebagai bagian dari wajah Kota Madiun.

’’Menurut saya masih kurang. Kita harus membangun identitasnya. Rencananya akan di-redesign ulang. Karena untuk tahun depan, bulan ini harus dikejar,’’ ujar Bagus, Rabu (16/9).

Perubahan cukup besar juga disiapkan di kawasan GOR-Stadion Wilis.

Kompleks tersebut bakal dikembalikan pada fungsi utamanya sebagai fasilitas olahraga. Identitas Stadion Wilis, termasuk fasad dan ikon banteng yang selama ini melekat, tetap dipertahankan.

Sebaliknya, ruang kuliner dan pujasera di dalam kompleks bakal diminimalkan. Ruang yang tersedia akan lebih banyak dialokasikan untuk sejumlah cabang olahraga.

Konsep parkir turut berubah. Hanya bus yang direncanakan dapat masuk kawasan, sedangkan kendaraan lainnya diarahkan parkir di luar kompleks. Pengunjung pun didorong berjalan kaki ketika memasuki kawasan olahraga tersebut.

’’Kalau mau olahraga, jalan kaki. Tempat-tempat yang biasanya untuk ngopi dan kuliner akan dihilangkan. Kuliner silakan di luar. Di sini fokus untuk warga Kota Madiun yang ingin berolahraga,’’ tegas Bagus.

Konsep berbeda diterapkan pada Alun-Alun Kota Madiun. Jika Stadion Wilis difokuskan sebagai pusat olahraga, jantung kota tersebut bakal diarahkan menjadi ruang keluarga dan tempat berkumpul warga.

Rancangan awal yang menyediakan cukup banyak fasilitas olahraga diminta disesuaikan. Pemkot ingin memperbesar porsi ruang terbuka, tempat duduk, area bersantai, hingga playground.

Dengan konsep tersebut, warga bisa datang ke alun-alun untuk duduk bersama keluarga, menemani anak bermain, maupun sekadar menikmati suasana kota.

’’Fungsi alun-alun sebagai ruang untuk warga itu yang lebih diutamakan. Ruang keluarga untuk berkumpul dan terbuka harus diperbanyak,’’ jelasnya.

Meski ditata ulang, sejumlah elemen tetap dipertahankan. Sisi utara alun-alun masih difungsikan sebagai area upacara.

Dua aviary dapat masuk rancangan dengan ukuran lebih kecil. Sementara keberadaan ikon kereta api bakal dikaji kembali agar selaras dengan konsep kawasan.

Penataan Kota Madiun 2027 juga menyentuh persoalan drainase. Untuk Jalan Kemiri, pemkot akan menelusuri terlebih dahulu aliran air hingga menuju sungai utama.

Setelah jalurnya dipastikan, dasar saluran direncanakan dibenahi dan dilengkapi pompa pendorong.

Sementara itu, rancangan penataan Bundaran Serayu yang dibuat sekitar dua tahun lalu bakal dievaluasi agar sesuai dengan perkembangan konsep wajah kota.

’’Bundaran Serayu itu desainnya sudah sekitar dua tahun lalu. Saya ingin merubah lagi,’’ tutur Bagus. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
penataan Kota Madiun 2027 Stadion Wilis F Bagus Panuntun Alun-Alun Kota Madiun