Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 40 pelaku industri kecil menengah (IKM) Kota Madiun didorong naik kelas.
Selain difasilitasi memperoleh sertifikat halal, mereka dibekali kemampuan mengembangkan varian produk untuk memperluas pasar dan meningkatkan omzet.
Plt Kepala Disnaker KUKM Kota Madiun Angga Wahyu Nurcahyo mengatakan, fasilitasi tersebut menyasar pelaku usaha sektor makanan dan minuman.
Seluruh peserta pelatihan bakal mendapatkan pendampingan hingga memperoleh sertifikat halal.
Legalitas itu dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk IKM Kota Madiun.
’’Semua peserta kami fasilitasi mendapatkan sertifikat halal. Dengan sertifikasi ini, konsumen akan lebih percaya terhadap produk yang dijual,’’ ujar Angga, Rabu (16/9).
Pendampingan tidak berhenti pada sertifikasi halal. Para pelaku IKM juga dibekali kemampuan melakukan diferensiasi produk.
Mereka didorong berinovasi dengan menciptakan varian baru agar produk yang dipasarkan semakin beragam dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
’’Kalau sebelumnya hanya memiliki satu produk, setelah pelatihan diharapkan bisa berkembang menjadi dua atau tiga varian,’’ katanya.
Salah satu materi praktik yang diberikan adalah pengolahan jagung bakar.
Menurut Angga, peluang bisnis produk tersebut masih cukup terbuka. Peminatnya dinilai tinggi, sementara jumlah penjual di Kota Madiun masih terbatas.
Pelatihan dan fasilitasi sertifikat halal tersebut diharapkan tidak hanya membuat produk lokal semakin kompetitif, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap pendapatan pelaku usaha.
’’Harapannya, setelah memiliki sertifikat halal dan produk lebih variatif, omzet pelaku usaha naik sehingga kesejahteraan mereka meningkat,’’ pungkas Angga. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto