Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 194 calon jemaah haji (CJH) Kota Madiun mulai menjalani tahapan persiapan keberangkatan haji 2027.
Namun, jumlah tersebut belum final. Kepastian keberangkatan ke Tanah Suci masih bergantung pada hasil pemeriksaan istithaah kesehatan yang menjadi salah satu syarat pelunasan biaya haji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Madiun Datik Ardiyah mengatakan, sekitar 194 orang tersebut masuk daftar calon jemaah haji reguler.
Saat ini, tahapan persiapan mulai bergulir, termasuk pemeriksaan kesehatan dan proses bio visa.
Menurut Datik, calon jemaah yang mengalami kesulitan melakukan proses bio visa secara mandiri dapat meminta pendampingan langsung di Kantor Kemenhaj Kota Madiun.
Sementara itu, pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji diawali dengan medical check-up (MCU).
Setelah menjalani pemeriksaan awal, jemaah dapat melanjutkan tahapan pemeriksaan di puskesmas sesuai wilayah masing-masing.
Hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya dimasukkan ke Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes) sebagai bagian dari proses penentuan istithaah kesehatan.
’’Setelah dari MCU, bisa langsung ke puskesmas di daerah masing-masing. Nanti hasilnya di-upload ke Siskohatkes,’’ ujar Datik, Senin (21/9).
Datik menjelaskan, proses pemeriksaan dilakukan secara bertahap lantaran data calon jemaah haji Kota Madiun masih terus bergerak.
Hasil pemeriksaan istithaah kesehatan menjadi penentu kelanjutan proses keberangkatan.
Calon jemaah yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan kesehatan tidak dapat melanjutkan tahapan pelunasan biaya haji maupun keberangkatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Persyaratan kesehatan tersebut juga berlaku bagi calon petugas yang mengikuti seleksi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Mereka yang telah mencapai tahap akhir seleksi diwajibkan menjalani MCU untuk memastikan kesiapan fisik dalam menjalankan tugas.
’’Yang dibutuhkan untuk petugas itu fisik. Fisik jamaah haji juga menjadi hal yang diperhatikan sekarang,’’ katanya.
Dari sekitar 194 calon jemaah haji reguler yang tercatat, terdapat sekitar 10 jemaah lansia dan 10 orang yang mengajukan penggabungan keberangkatan.
Kendati demikian, jumlah tersebut masih berpotensi berubah mengikuti pemutakhiran data calon jemaah serta hasil pemeriksaan kesehatan.
Di sisi lain, seorang calon jemaah asal Kanigoro dilaporkan meninggal dunia sebelum keberangkatan.
Pihak keluarga telah mengajukan pelimpahan hak keberangkatan haji kepada anggota keluarga yang berhak.
Namun, Datik menyebut penerima pelimpahan tersebut belum dapat berangkat pada musim haji 2027.
Sebab, yang bersangkutan masih mengajukan penggabungan keberangkatan dengan anggota keluarga lainnya.
Di tengah berlangsungnya tahapan persiapan haji 2027, Datik meminta seluruh calon jemaah mulai menjaga kondisi fisik sejak dini.
Pasalnya, rangkaian ibadah haji membutuhkan stamina dan kesiapan kesehatan yang memadai.
Calon jemaah juga diharapkan memahami kondisi kesehatannya masing-masing agar dapat mempersiapkan diri sebelum menjalani seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.
’’Ibadah haji itu ibadah fisik. Yang tahu kesehatan dirinya seperti apa adalah dirinya sendiri. Jadi, mulai sekarang harus ditata kesehatan diri,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto