Jawa Pos Radar Madiun – Harga daging ayam ras di Kota Madiun terus merangkak naik.
Dalam sepekan terakhir, harga komoditas pangan tersebut menembus Rp 42 ribu per kilogram di Pasar Besar Madiun (PBM).
Kenaikan harga ayam ini menjadi perhatian Pemkot Madiun lantaran berpotensi memicu tekanan inflasi daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Tri Prasetyaningrum mengatakan, kenaikan harga daging ayam ras tidak hanya terjadi di Kota Madiun. Menurut dia, tren serupa juga berlangsung secara nasional.
Salah satu faktor yang diduga memicu kenaikan harga tersebut adalah meningkatnya biaya produksi peternak. Terutama harga pakan ternak yang turut mengalami kenaikan.
’’Daging ayam naik. Salah satu faktornya pakan juga naik,’’ ujarnya, Senin (21/9).
Selain mahalnya harga pakan, peningkatan permintaan daging ayam ras diduga turut memengaruhi pergerakan harga di pasaran.
Tri menyebut kebutuhan konsumsi pada awal tahun ajaran baru serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai sejumlah faktor yang diduga turut meningkatkan permintaan daging ayam.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Disdag Kota Madiun. Pasalnya, kenaikan harga daging ayam yang berlangsung berkepanjangan berpotensi membebani pengeluaran masyarakat.
Terlebih, daging ayam ras merupakan salah satu komoditas pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat.
Pergerakan harganya turut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam upaya pengendalian inflasi.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga lebih lanjut, Disdag Kota Madiun terus memantau perkembangan harga dan pasokan bahan pangan di pasaran.
Pemantauan dilakukan setiap hari di pasar-pasar tradisional guna mengetahui perkembangan harga komoditas pokok, termasuk daging ayam ras.
’’Kami setiap hari melakukan pemantauan harga komoditas pokok di pasar-pasar tradisional,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto