Situasi Padepokan Agung Memanas, Dua Sekolah di Madiun Digeser ke Pembelajaran Daring

Erlita H • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 00:30 WIB
BELAJAR DARI RUMAH: Gedung SMPN 7 Madiun yang berbatasan langsung dengan kompleks Padepokan Agung Madiun (PAM). Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun
BELAJAR DARI RUMAH: Gedung SMPN 7 Madiun yang berbatasan langsung dengan kompleks Padepokan Agung Madiun (PAM). Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun

Jawa Pos Radar Madiun – Meningkatnya eskalasi keamanan di sekitar kompleks Padepokan Agung Madiun (PAM) mulai berdampak pada sektor pendidikan.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun menghentikan sementara aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) di SDN 03 Nambangan Kidul dan SMPN 7 Madiun.

Kebijakan yang berlaku mulai Rabu (23/9) tersebut memaksa seluruh siswa dari kedua sekolah mengalihkan kegiatan belajar ke sistem daring dari rumah hingga Jumat (25/9).

Kabid Kurikulum, Pembinaan Bahasa dan Sastra Dindik Kota Madiun Slamet Hariyadi mengemukakan, keputusan tersebut diambil semata-mata demi menjamin keselamatan para siswa dan tenaga pengajar.

Pasalnya, letak geografis kedua sekolah berdekatan langsung dengan titik kerawanan di kompleks PAM.

"Sementara sampai dengan Jumat (25/9), kami kondisikan seluruh siswa belajar dari rumah secara online," terang Slamet.

Meski dialihkan ke ruang digital, Slamet menjamin hak belajar siswa tidak akan terganggu.

Para guru diinstruksikan untuk tetap memberikan materi pelajaran sesuai jadwal reguler serta mengawasi keaktifan siswa melalui learning management system (LMS).

"Materi pelajaran tetap berjalan sebagaimana jam pelajaran harian. Guru wajib terus memantau prosesnya," tegasnya.

Pihak sekolah juga diminta melacak keberadaan siswa seusai jam pelajaran selesai guna memastikan mereka tetap berada di rumah.

Evaluasi lanjutan bakal digelar seusai Jumat dengan mengukur perkembangan dinamika kondisi keamanan di lapangan.

"Prinsip utama kami adalah keselamatan siswa. Namun, urusan pembelajaran dipastikan tanpa kendala karena kita sudah memiliki infrastruktur LMS yang siap," tandas Slamet.

Senada, Humas SMPN 7 Madiun Reti Setianingrum menegaskan kesiapan sekolahnya menjalankan instruksi Dindik.

Mengingat posisi bangunan SMPN 7 berbatasan langsung dengan area PAM, opsi merumahkan siswa dinilai sebagai langkah paling rasional.

"Rasa khawatir tentu ada, apalagi anak-anak belum sepenuhnya mandiri dalam memitigasi risiko keamanan. Maka dari itu, kami posisikan mereka belajar dari rumah," kata Reti. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
Padepokan Agung Madiun SDN 03 Nambangan Kidul pembelajaran daring SMPN 7 Madiun Dindik Kota Madiun