Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 2.423 siswa kelas X dari lima SMK negeri di Kota Madiun rampung menjalani penggemblengan latihan dasar (latsar) ketarunaan selama sebulan penuh.
Program kolaborasi perdana antarsekolah ini resmi ditutup melalui upacara megah di Alun-alun Kota Madiun pada Rabu (23/9).
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Madiun Suharto menjelaskan, latsar tersebut melibatkan SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, SMKN 4, dan SMKN 5 Madiun.
Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah menggandeng Personel Kodim 0803/Madiun beserta jajaran koramil setempat sebagai instruktur pelatihan.
"Total peserta mencapai 2.423 siswa. Kegiatan ini akan terus kami evaluasi. Jika terbukti membawa dampak positif bagi perkembangan anak-anak, skala program ke depan tentu akan kami tingkatkan," ujar Suharto yang juga menjabat Kepala SMKN 3 Madiun.
Suharto menambahkan, fondasi utama dari latsar ketarunaan ini adalah pembentukan mental, kedisiplinan, dan karakter tangguh sejak awal jenjang pendidikan menengah kejuruan.
Pembekalan mental dinilai menjadi modal krusial untuk menjawab sengitnya persaingan di dunia kerja maupun industri.
"Anak-anak sengaja kami siapkan sedini mungkin agar kelak saat lulus mereka tidak kaget dan jauh lebih matang," imbuhnya.
Dukungan senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Aries Agung Paewai.
Ia menegaskan bahwa pendidikan vokasi tidak boleh sekadar mengejar capaian akademik semata.
Para siswa SMK dituntut memiliki etos kerja, kedisiplinan, serta adaptabilitas yang tinggi sebelum diterjunkan ke dunia industri.
"Pendidikan itu bukan hanya soal nilai akademik. Karakter, ketangguhan, dan kesiapan mental menghadapi dunia kerja jauh lebih vital untuk dibentuk," tegas Aries.
Ia pun meminta manajemen sekolah tidak menghentikan penanaman karakter ini pasca-latsar usai.
Pembiasaan kedisiplinan disarankan terus terintegrasi dalam aktivitas harian di sekolah lewat pendampingan para guru.
Di akhir acara, Aries memberikan apresiasi tinggi atas atraksi kreativitas dan ketangkasan yang ditampilkan para taruna-taruni.
"Anak-anak ini sangat kreatif dan inovatif. Tugas sekolah adalah menjaga dan memfasilitasi potensi ini agar terus berkembang pesat," pungkasnya.
Editor : Hengky Ristanto