Operasi Aman Mataraman Semeru 2026, 2.580 Personel Amankan Parluh PSHT di Madiun

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 11:47 WIB
SIAGA PENGAMANAN: Personel gabungan mengikuti apel gelar pasukan Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Lapangan Loh Duwur, Kelurahan Nambangan Kidul, kemarin (24/9).
SIAGA PENGAMANAN: Personel gabungan mengikuti apel gelar pasukan Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Lapangan Loh Duwur, Kelurahan Nambangan Kidul, kemarin (24/9).

Jawa Pos Radar Madiun – Pengamanan ketat disiapkan menjelang Parapatan Luhur (Parluh) PSHT kubu Muhammad Taufiq di Padepokan Agung Madiun (PAM), 25–26 September.

Sebanyak 2.580 personel gabungan Polda Jatim dan Polres Madiun Kota disiagakan melalui Operasi Aman Mataraman Semeru 2026. Penyekatan mobilisasi massa hingga pengawasan media sosial (medsos) disiapkan untuk mengantisipasi potensi konflik.

Karo Ops Polda Jatim Kombes Pol Jhoni Iskandar mengatakan, operasi tersebut difokuskan pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Terutama mencegah potensi gesekan antarperguruan pencak silat selama pelaksanaan Parluh.

’’Kita mengadakan operasi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat,’’ ujarnya usai memimpin apel gelar pasukan di Lapangan Loh Duwur, Kelurahan Nambangan Kidul, kemarin (24/9).

Jhoni menjelaskan, polisi telah memetakan sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas. Penyekatan mobilisasi massa juga disiapkan untuk mengantisipasi potensi konflik selama kegiatan berlangsung.

Menurut dia, pengamanan tidak hanya difokuskan pada lokasi pelaksanaan Parluh. Pergerakan massa menuju Kota Madiun turut menjadi perhatian aparat. Langkah antisipasi tersebut dilakukan dengan mengedepankan pendekatan preventif dan humanis.

’’Prinsip-prinsipnya adalah keselamatan manusia adalah hukum yang tertinggi. Kita mengamankan kegiatan untuk menjaga keselamatan yang ada di wilayah Madiun Kota,’’ tegasnya.

Selain menyiagakan personel di lapangan, polisi mengerahkan tim khusus untuk memantau dinamika media sosial. Pengawasan tersebut dilakukan guna mengantisipasi penyebaran informasi provokatif yang berpotensi memicu gangguan keamanan.

Jhoni memastikan berbagai langkah antisipasi telah disiapkan untuk menjaga situasi tetap kondusif selama pelaksanaan Parluh.

’’Kami sudah mengantisipasi semuanya untuk masalah di media sosial,’’ pungkasnya. (bgs/her)

Editor : Hengky Ristanto
Padepokan Agung Madiun Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 Pengamanan PSHT parluh psht Polres Madiun Kota