Sumur Menyusut, 15 KK di Kelun Madiun Bergantung Pasokan Air Bersih BPBD

Erlita H • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 11:32 WIB
ANDALKAN DROPPING: Tandon menampung pasokan air bersih untuk warga Lingkungan Kayen, Kelurahan Kelun. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
ANDALKAN DROPPING: Tandon menampung pasokan air bersih untuk warga Lingkungan Kayen, Kelurahan Kelun. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Kemarau mulai mengusik sumber air warga Kelurahan Kelun, Kota Madiun.

Sedikitnya 15 kepala keluarga (KK) di RT 19 dan RT 21, RW 05, Lingkungan Kayen, kini mengandalkan dropping air bersih dari BPBD Kota Madiun.

Bantuan dikirim setelah warga melaporkan debit air tanah yang menjadi sumber kebutuhan sehari-hari mulai menyusut.

BPBD menyiapkan tiga tandon di dua titik untuk menampung pasokan air bersih.

Lurah Kelun Pardi mengatakan, jaringan PDAM sebenarnya sudah tersedia di wilayah tersebut.

Namun, sebagian warga belum memanfaatkannya dan masih mengandalkan air tanah.

’’Memang ada jaringan PDAM, tetapi beberapa warga tidak memanfaatkannya dan masih mengandalkan air tanah. Saat musim kemarau seperti sekarang, debit air tanah terganggu,’’ ujarnya, Senin (28/9).

Air bantuan BPBD tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Di titik bagian selatan, pasokan tersebut juga menopang usaha produksi tempe milik warga yang membutuhkan air secara rutin.

Menurut Pardi, persoalan menyusutnya sumber air hampir selalu muncul ketika musim kemarau. Terutama dirasakan warga yang masih bergantung pada sumur.

Karena itu, dia mendorong warga mempertimbangkan sambungan PDAM sebagai solusi jangka panjang agar kebutuhan air tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi sumber air tanah.

’’Kalau memang belum mampu memasang PDAM, pemerintah sudah membantu menyediakan tandon dan suplai air bersih,’’ katanya.

Dampak kemarau juga mulai dirasakan sektor pertanian di Kelun. Meski mayoritas sawah masih ditanami padi, pasokan air mulai terganggu seiring berkurangnya debit sumber air.

Pardi berharap dropping air bersih tetap dilakukan selama warga masih membutuhkan.

Masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air selama musim kemarau.

’’Masyarakat diharapkan bijak menggunakan air,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
kelurahan kelun debit air tanah lingkungan kayen dropping air bersih BPBD Kota Madiun