Jawa Pos Radar Madiun – Digitalisasi pembelajaran di sekolah Kota Madiun bakal diperkuat dengan tambahan perangkat smartboard. Dinas Pendidikan (Dindik) mengusulkan bantuan perangkat tersebut kepada pemerintah pusat untuk jenjang TK, SD, hingga SMP.
Plt Kepala Dindik Kota Madiun Agus Purwo Widagdo mengatakan, pengadaan smartboard belum dialokasikan melalui APBD 2026 maupun tahun depan. Karena itu, pemenuhan kebutuhan perangkat masih mengandalkan bantuan pemerintah pusat.
’’Masing-masing kami usulkan dua unit,’’ ujar Agus, Senin (28/9).
Usulan dua unit smartboard terutama ditujukan untuk SD dan SMP. Sementara untuk jenjang TK, satu perangkat dinilai sudah cukup. Meski demikian, Dindik tetap mengajukan tambahan smartboard untuk jenjang tersebut.
Menurut Agus, sekolah sebelumnya telah menerima bantuan smartboard dari pemerintah pusat. Masing-masing sekolah mendapatkan satu unit. Khusus jenjang SMP, saat ini disebut telah memiliki dua perangkat.
Dindik belum mengetahui berapa unit yang nantinya disetujui pemerintah pusat dari usulan terbaru tersebut.
’’Yang penting ada kesempatan mengusulkan, ya kami usulkan,’’ kata Agus yang juga menjabat Kasatpol PP dan Damkar Kota Madiun.
Sembari menunggu kepastian bantuan, Dindik meminta sekolah menyiapkan infrastruktur pendukung. Terutama kapasitas jaringan internet serta daya listrik agar perangkat dapat langsung dimanfaatkan jika bantuan terealisasi.
Agus menilai smartboard dapat melengkapi perangkat teknologi pembelajaran yang sebelumnya sudah tersedia, seperti laptop. Pemanfaatannya diharapkan membuat proses belajar mengajar lebih interaktif.
’’Jelas untuk mendukung ekosistem pembelajaran digital,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto