Jawa Pos Radar Madiun – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Jalan Pahlawan Kota Madiun mulai dibongkar pada Kamis (1/10).
Pengerjaan fisik diawali dengan proses pengerjaan penurunan papan videotron sebelum seluruh konstruksi jembatan baja tersebut diruntuhkan.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Dwi Setyo Nugroho menjelaskan, pelepasan videotron diprioritaskan lebih dahulu lantaran perangkat elektronik tersebut tercatat sebagai aset milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun.
"Pekerjaan kami mulai dari pelepasan videotron terlebih dahulu, baru dilanjutkan ke pembongkaran fisik JPO secara menyeluruh. Videotron yang telah diturunkan nantinya diserahkan kembali ke Diskominfo," ujar pria yang akrab disapa Inug tersebut.
Usai pembersihan struktur JPO tuntas, fokus pengerjaan bakal digeser pada proyek revitalisasi pedestrian dan trotoar sisi barat Jalan Pahlawan sepanjang kurang lebih 250 meter.
Trotoar anyar tersebut dirancang memiliki lebar rata-rata 2,5 meter guna diselaraskan dengan konsep kawasan Pahlawan Street Center (PSC) di sisi timur.
Meski demikian, Inug mengakui lebar trotoar di sepanjang jalur tersebut tidak bisa dibuat seragam akibat menyesuaikan garis sempadan bangunan eksisting.
"Ada beberapa pagar bangunan komersial, seperti Gedung BNI dan Timbul Jaya Plaza, yang posisinya lebih maju. Prinsip utamanya adalah menyamakan nilai estetika dan fungsi pejalan kaki dengan trotoar sisi timur," terangnya.
Penataan menyeluruh ini juga merambah pada area taman lama di sepanjang pedestrian.
Pihak Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) telah membongkar vegetasi taman lama yang nantinya dialihfungsikan sebagai area pelebaran trotoar.
Selanjutnya, DPUPR akan merehabilitasi saluran air di bawah trotoar sekaligus menambah titik box control.
"Penambahan box control ini bertujuan mempermudah pengawasan dan memperlancar debit air saat hujan deras," tambahnya.
Inug membeberkan, proyek pengerjaan ini merupakan bagian dari paket Pembangunan Bangunan Pelengkap Trotoar PSC, Pahlawan Religi Center (PRC) Sisi Barat, Jalan Merapi, dan Jalan Cokroaminoto dengan total pagu anggaran mencapai Rp 2,2 miliar.
Paket pekerjaan tersebut turut mencakup pembuatan crossing saluran yang menghubungkan Jalan Pahlawan dan Jalan Semeru.
Material box culvert sudah dipesan dan pemasangannya dijadwalkan berlangsung sepanjang Oktober ini.
"Rekayasa arus lalu lintas akan diberlakukan secara kondisional selama pekerjaan penanaman box culvert berlangsung," pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto