Gedung Arsip Kota Madiun Tanpa CCTV dan Penjaga, Komisi I DPRD Desak Penguatan Pengamanan

Erlita H • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:15 WIB
PANTAU SISTEM PENGAMANAN: Rombongan anggota Komisi I DPRD Kota Madiun memantau kondisi dan fasilitas kelengkapan pengawasan saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di gedung arsip Disperpusip Kota Madiun.
Foto: Sekretariat DPRD untuk Jawa Pos Radar Madiun
PANTAU SISTEM PENGAMANAN: Rombongan anggota Komisi I DPRD Kota Madiun memantau kondisi dan fasilitas kelengkapan pengawasan saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di gedung arsip Disperpusip Kota Madiun. Foto: Sekretariat DPRD untuk Jawa Pos Radar Madiun

Jawa Pos Radar Madiun – Sistem pengamanan arsip vital dan dokumen penting milik Pemkot Madiun menuai sorotan tajam dari kalangan legislatif.

Komisi I DPRD Kota Madiun menemukan fakta bahwa ruang penyimpanan arsip daerah belum dilengkapi kamera pengawas (CCTV) maupun personel penjaga khusus.

Rangkaian kelemahan fasilitas proteksi tersebut terkuak saat Komisi I menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Madiun pada Kamis (1/10).

Dewan menilai penguatan sistem keamanan tergolong mendesak mengingat seluruh berkas penting lintas OPD terpusat di lokasi tersebut.

"Saat kami cek di lokasi, kamera CCTV sama sekali tidak ada. Padahal, semestinya harus ada petugas penjaga khusus yang siaga," ujar Ketua Komisi I DPRD Kota Madiun Didik Yulianto.

Selain ancaman kebocoran atau kehilangan dokumen, proteksi terhadap risiko kebakaran ikut memicu kekhawatiran dewan.

Didik mendesak ketersediaan sarana pemadam dan pengendali kebakaran yang memadai guna meminimalkan potensi bencana.

"Arsip-arsip tersebut merupakan aset yang sangat dilindungi. Seluruh berkas milik OPD di lingkup pemkot bermuara di situ. Jadi, perangkat antisipasi kebakaran wajib tersedia secara representatif," tegas politikus Partai Gerindra tersebut.

Didik meminta Disperpusip menginventarisasi seluruh kekurangan sarana penunjang keamanan untuk diusulkan dalam penganggaran mendatang, termasuk pengadaan CCTV serta pembenahan sistem keamanan terpadu.

Tak sebatas kearsipan, Komisi I turut membedah efektivitas layanan perpustakaan keliling.

Armada operasional yang ada saat ini dinilai amat terbatas sehingga butuh penambahan unit baru guna memperluas jangkauan literasi hingga ke pelosok lingkungan warga.

"Kita perlu menambah kendaraan perpustakaan keliling. Armada bus yang dioperasikan saat ini merupakan hibah pemerintah pusat sejak tahun 2005 lalu," terangnya.

Didik berharap jajaran Disperpusip merespons cepat catatan sidak tersebut.

"Seluruh kelengkapan yang menunjang keamanan dan pelayanan masyarakat, khususnya CCTV serta fasilitas penunjang lain, harus segera dipenuhi," pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
didik yulianto Disperpusip Kota Madiun perpustakaan keliling dprd kota madiun gedung arsip