Manfaatkan Lapak UMKM hingga Rumah Pengurus, 27 KKMP Kota Madiun Catat Omzet Rp 2,3 Miliar

Erlita H • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 13:30 WIB
KEPUTIHAN OLEH AKTIVITAS EKONOMI: Salah satu lokasi pembangunan gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kelurahan Demangan yang pengerjaan fisiknya telah menyentuh angka 60 persen. Foto: Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun
KEPUTIHAN OLEH AKTIVITAS EKONOMI: Salah satu lokasi pembangunan gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kelurahan Demangan yang pengerjaan fisiknya telah menyentuh angka 60 persen. Foto: Bagas Bimantara/Jawa Pos Radar Madiun

Jawa Pos Radar Madiun – Ketiadaan fasilitas gerai fisik permanen yang selesai 100 persen tak menghalangi laju gerak Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Madiun.

Terbukti, sebanyak 27 unit KKMP yang tersebar di pelbagai kelurahan sukses membukukan total omzet menembus Rp 2,3 miliar sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnaker KUKM) Kota Madiun Angga Wahyu Nurcahyo membeberkan, akselerasi operasional KKMP memang sengaja dipacu sejak 2025 lalu.

Aktivitas jual-beli dan pengelolaan modal diporong bergulir tanpa harus menanti seluruh proyek fisik gerai rampung total.

"Walaupun gerai fisik utama belum selesai seratus persen, roda operasionalnya sudah kita dorong agar langsung berputar. Anggota di tingkat kelurahan sudah aktif melakukan transaksi keuangan di koperasinya masing-masing," terang Angga pada Minggu (4/10).

Pada tahap awal, KKMP mengandalkan akumulasi simpanan pokok serta simpanan wajib para anggota sebagai suntikan modal kerja.

Keterbatasan gerai fisik disiasati secara fleksibel dengan memanfaatkan aset inventaris kelurahan, memanfaatkan lapak UMKM di tingkat lokal, hingga menggunakan ruang kediaman para pengurus.

Di lini komoditas, mayoritas KKMP berfokus pada sektor perdagangan kebutuhan pokok masyarakat.

Jaminan pasokan komoditas vital seperti beras SPHP dan Minyakita diperoleh secara konsisten melalui kemitraan strategis bersama Bulog.

Sementara untuk komoditas gula pasir, pasokan disokong langsung oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Kendati demikian, Angga mengimbau para pengurus untuk tidak melulu bergantung pada jualan bahan pokok (sembako).

Pihaknya mendorong pengurus KKMP untuk melek membaca dan mengeksplorasi potensi unggulan lokal di wilayah masing-masing sebagai pilar bisnis baru.

"Sebagai contoh di Kelurahan Kanigoro yang berhasil mengoptimalkan sektor budidaya ikan nila. Alhamdulillah hasilnya terbukti lumayan untuk menambah perputaran kas koperasi," ungkapnya.

Di lain sisi, perampungan fisik gerai KKMP saat ini tengah berfokus di empat lokasi, yakni Kelurahan Demangan, Kuncen, Nambangan Lor, serta Kartoharjo.

Progres fisik tertinggi tercatat di Kelurahan Demangan yang telah menyentuh kisaran 60 persen.

Sementara itu, proyek alokasi gerai di Kelurahan Josenan masih terus mencarikan titik lokasi pengganti lantaran sempat diwarnai dinamika penolakan lokasi awal.

Pihak kelurahan bersama Tiga Pilar dan Babinsa tengah menyisir alternatif lahan baru yang representatif.

"Untuk wilayah kelurahan lainnya, seluruh proses administrasi dan penyiapan lahan juga terus bergulir," pungkas Angga. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
koperasi kelurahan merah putih KKMP omzet koperasi merah putih kota madiun Disnaker KUKM Kota Madiun