Baru Lima Tahun, Tatiana Astrid Berani Menjajal Catwalk hingga Olimpiade Sains

Erlita H • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 14:41 WIB
MULTITALENTA: Tatiana Astrid Raya Saputri, 5, gemar menjajal berbagai kompetisi sejak usia tiga tahun. ERLITA H/JAWA POS RADAR MADIUN
MULTITALENTA: Tatiana Astrid Raya Saputri, 5, gemar menjajal berbagai kompetisi sejak usia tiga tahun. ERLITA H/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Langkah kecil Tatiana Astrid Raya Saputri terlihat semakin mantap setiap kali memasuki arena perlombaan. Usianya memang baru lima tahun. Namun, bocah yang akrab disapa Astrid itu sudah berani menjajal banyak panggung. Dari melenggang di catwalk hingga mengadu kemampuan matematika dan sains.

Bagi Astrid, perlombaan bukan sesuatu yang menakutkan. Sebaliknya, kompetisi justru menjadi aktivitas yang membuatnya bersemangat. Bahkan, tak jarang keinginan mengikuti lomba datang dari dirinya sendiri.

Ketertarikan tersebut tumbuh sejak Astrid berusia sekitar tiga tahun. Lingkungan pertemanan turut memantik rasa penasarannya. Melihat teman-temannya aktif mengikuti perlombaan, Astrid pun ingin mencoba.

Sejak itu, satu demi satu kompetisi dijajal. Mulai fashion show, mewarnai, doa, hingga lomba akademik. Sejumlah piala pun berhasil dikoleksinya.

Sang ibu, Puteri Ayu P., memilih mengambil peran sebagai pendukung di belakang layar. Baginya, mengikuti perlombaan bukan sekadar mengejar gelar juara. Kompetisi menjadi ruang bagi putrinya untuk melatih keberanian sekaligus menemukan dan mengembangkan minat.

’’Selama anaknya mau, saya selalu support. Karena kalau sudah menjadi prestasi, memang harus ada dukungan penuh dari orang tua,’’ ujarnya Minggu (4/10).

Belakangan, Astrid mulai menjajal lebih banyak kompetisi akademik. Matematika, sains, dan bahasa Inggris menjadi beberapa bidang yang diikutinya.

Hasilnya tak mengecewakan. Astrid berhasil lolos ke final dalam kompetisi sains dan matematika di Malang pada November mendatang. Jika mampu melewati tahapan tersebut, siswi TK B Islam Insan Al Firdaus itu berpeluang melaju ke babak final tingkat nasional di Jakarta.

Di tengah sederet aktivitas tersebut, orang tua tetap berusaha menjaga keseimbangan keseharian Astrid. Sepulang sekolah, misalnya, tetap tersedia waktu untuk tidur siang. Dia juga mengikuti les mengaji serta belajar membaca, menulis, dan berhitung bersama guru di rumah.

Aktivitas Astrid tidak melulu berkutat dengan buku. Dia juga rutin berlatih berenang. Selain melatih fisik, kegiatan tersebut menjadi selingan dari rutinitas belajar.

’’Lesnya tidak hanya pelajaran. Ada juga berenang supaya tidak hanya belajar terus, tetapi ada kegiatan untuk refreshing,’’ terang Puteri.

Jadwal tersebut juga tidak dipaksakan. Orang tua menyesuaikan aktivitas dengan kondisi dan suasana hati Astrid. Ketika belajar, dia diarahkan untuk fokus. Namun, saat waktunya beristirahat dan bermain, Astrid tetap diberi ruang menikmati dunianya sebagai anak-anak.

Bagi Puteri, tumbuh kembang dan kenyamanan putrinya lebih penting dibandingkan banyaknya piala yang dibawa pulang.

Di balik kesibukannya, Astrid ternyata sudah menyimpan sebuah cita-cita. Ketika ditanya ingin menjadi apa kelak, jawabannya mantap: dokter.

’’Saya sebagai orang tua hanya bisa mendukung dan mendoakan. Harapannya ke depan dia menjadi anak yang salehah, sukses dunia akhirat, dan bisa menjadi dokter,’’ pungkas Puteri. (err/her/*)

Editor : Hengky Ristanto
Tatiana Astrid Raya Saputri olimpiade sains kompetisi anak TK Islam Insan Al Firdaus fashion show