Antisipasi Banjir, BPBD Kota Madiun Gencarkan Bersih-Bersih Sampah Sungai

Erlita H • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 20:15 WIB
MITIGASI BANJIR: Petugas BPBD Kota Madiun membersihkan aliran sungai di kawasan Pilangbango, Tawangrejo, dan Kelun sebagai langkah mitigasi banjir.
MITIGASI BANJIR: Petugas BPBD Kota Madiun membersihkan aliran sungai di kawasan Pilangbango, Tawangrejo, dan Kelun sebagai langkah mitigasi banjir.

Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman banjir mulai diantisipasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun menyisir sejumlah aliran sungai untuk membersihkan sampah, vegetasi liar, sedimentasi, hingga material bangunan.

Pembersihan dimulai Sabtu (3/10). Sejumlah titik yang dinilai rawan banjir menjadi prioritas. Di antaranya aliran sungai di kawasan Tawangrejo, Kelun, dan Ngegong.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Deddy Purnomo Santoso mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut rapat koordinasi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

’’Ini tindak lanjut rapat koordinasi dengan teman-teman OPD dan BBWS terkait intervensi untuk mitigasi potensi bencana banjir di wilayah Kota Madiun,’’ ujarnya, Minggu (4/10).

Sampah dan vegetasi liar relatif mudah ditangani secara manual. Namun, pekerjaan menjadi lebih berat ketika petugas berhadapan dengan sedimentasi dan material bangunan yang mengendap di aliran sungai.

’’Kalau untuk vegetasi dan sampah tidak ada kendala. Yang agak berat itu material-material bangunan dan sedimentasi. Kalau secara manual sepertinya tidak mungkin sehingga membutuhkan alat berat,’’ jelas Deddy.

BPBD berkoordinasi dengan DPUPR dan BBWS Bengawan Solo untuk menangani sedimentasi serta material bangunan tersebut. Koordinasi diperlukan lantaran sejumlah aliran sungai di Kota Madiun menjadi kewenangan BBWS.

Pembersihan bakal dilakukan secara bertahap dan tidak berhenti di sejumlah titik tersebut. Masyarakat juga akan dilibatkan melalui kerja bakti untuk menyisir aliran sungai di berbagai wilayah.

’’Harapannya nanti hari Minggu masyarakat bisa kerja bakti ikut bersama kami membersihkan sungai yang ada di seluruh kota,’’ katanya.

Menurut Deddy, mitigasi banjir sejatinya dilakukan secara rutin. Penanganan tidak sebatas normalisasi aliran sungai, tetapi juga mencakup perbaikan dinding saluran maupun sungai serta titik-titik rawan genangan.

Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah. BPBD masih menemukan kebiasaan membuang sampah ke aliran sungai. Jika dibiarkan, sampah berpotensi menyumbat aliran ketika debit air meningkat.

’’Kendalanya masyarakat masih membuang sampah di aliran sungai,’’ ungkapnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
sedimentasi sungai BBWS Bengawan Solo mitigasi banjir sampah sungai BPBD Kota Madiun