Jawa Pos Radar Madiun – Influenza A subtipe H3N2 subclade K yang belakangan dijuluki super flu belum terdeteksi di Kota Madiun.
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) memastikan sejauh ini belum menerima laporan kasus tersebut.
Plh Kepala Dinkes-PPKB Kota Madiun dr Wahyu Hetty Darmawati mengatakan, pemantauan terus dilakukan melalui sistem kewaspadaan dini terhadap potensi wabah maupun pandemi.
Menurut dia, berdasarkan pelaporan secara nasional, influenza tersebut masih dikategorikan sebagai influenza musiman dengan gejala yang umumnya ringan hingga sedang.
’’Ini influenza biasa dan sejauh ini pelaporan secara nasional menunjukkan bahwa ini adalah influenza musiman, sehingga mengikuti pola musiman,’’ ujarnya, Selasa (6/10).
Meski belum ada laporan super flu di Kota Madiun, masyarakat diminta tidak lengah.
Terlebih, musim kemarau berpotensi meningkatkan sejumlah gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare.
Wahyu menjelaskan, influenza dapat menular melalui droplet. Kondisi udara yang lebih kering dan kelembapan rendah juga dapat memengaruhi penyebarannya.
Selain itu, daya tahan tubuh turut menentukan risiko seseorang jatuh sakit.
Karena itu, masyarakat diminta menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Mulai rutin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga, hingga mencukupi waktu istirahat.
Warga yang mengalami gejala flu juga disarankan mengenakan masker untuk mengurangi risiko penularan. Aktivitas di luar rumah sebaiknya dikurangi pada awal sakit.
’’Satu atau dua hari pertama kalau bisa di rumah dulu, istirahat dulu di rumah,’’ katanya.
Wahyu menyebut sejauh ini belum ada laporan kematian akibat influenza tersebut.
Berdasarkan laporan yang diterima, tingkat keparahannya masih berkisar ringan hingga sedang.
’’Kalau dari laporan yang sudah ada, tingkatnya ringan sampai sedang. Jadi, belum ada laporan kematian,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto