Jawa Pos Radar Madiun - Transformasi pelayanan administrasi kependudukan terus diperkuat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Madiun. Melalui perluasan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), instansi tersebut mencatatkan capaian tertinggi di Jawa Timur sekaligus menempati peringkat keenam secara nasional.
Kepala Dispendukcapil Kota Madiun Agus Triono mengatakan, capaian aktivasi IKD telah mencapai 36,18 persen.
Angka tersebut menunjukkan perkembangan pemanfaatan layanan administrasi kependudukan berbasis digital di Kota Pendekar.
‘’IKD kami sudah sampai sekitar 36,18 persen, kami menjadi daerah dengan aktivasi (IKD) tertinggi di Jawa Timur, serta masuk tertinggi nomor enam daerah di Indonesia,’’ ujarnya.
Meski telah mencatatkan capaian tersebut, Dispendukcapil terus berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan identitas digital.
Terlebih, berdasarkan hasil pembahasan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, target aktivasi IKD Kota Madiun perlu ditingkatkan menjadi 39 persen.
Untuk mencapai target tersebut, Dispendukcapil menggencarkan sosialisasi sekaligus pelayanan jemput bola. Masyarakat yang datang mengurus administrasi kependudukan secara langsung juga didorong melakukan aktivasi IKD.
Melalui layanan tersebut, dokumen kependudukan dapat diakses secara digital melalui ponsel.
Kemudahan ini diharapkan meningkatkan pemanfaatan layanan administrasi kependudukan sekaligus mendukung pencapaian target aktivasi IKD.
‘’Kami terus mengajak masyarakat untuk mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital, sehingga target nasional terpenuhi, dan dokumen masyarakat dapat diakses melalui HP (handphone),’’ kata Agus.
Berkat capaian aktivasi IKD dan komitmen memperluas pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital tersebut, Dispendukcapil Kota Madiun menyabet penghargaan Top Public Service di Radar Madiun Awards 2026.
Penguatan layanan jemput bola dan sosialisasi akan terus dilakukan agar semakin banyak masyarakat memanfaatkan identitas digital untuk mengakses dokumen kependudukan secara praktis. (naz/*)
Editor : Deni Kurniawan