Cabai Rawit Picu Inflasi Kota Madiun, Harga Melonjak 22,37 Persen

Erlita H • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 09:59 WIB
PEMICU INFLASI: Cabai rawit menjadi penyumbang terbesar inflasi Kota Madiun pada September 2026. FOTO: BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
PEMICU INFLASI: Cabai rawit menjadi penyumbang terbesar inflasi Kota Madiun pada September 2026. FOTO: BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Harga cabai rawit semakin pedas di kantong. Sepanjang September 2026, komoditas tersebut mengalami inflasi 22,37 persen sekaligus menjadi penyumbang terbesar kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Madiun.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mencatat inflasi bulanan (month-to-month/mtm) September 2026 sebesar 0,27 persen dengan IHK berada di level 111,46.

Kepala BPS Kota Madiun Abdul Azis mengatakan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan tekanan terbesar terhadap inflasi. Kelompok tersebut mengalami inflasi 0,66 persen dengan andil 0,18 persen.

Cabai rawit menjadi komoditas dengan sumbangan inflasi terbesar, yakni 0,09 persen.

’’Sepuluh komoditas yang memberikan sumbangan inflasi tertinggi di bulan September 2026 antara lain komoditas cabai rawit yang mengalami inflasi sebesar 22,37 persen, sehingga memberikan andil inflasi sebesar 0,09 persen,’’ ujarnya, Rabu (7/10).

Selain cabai rawit, tekanan harga datang dari sejumlah bahan pangan lainnya. Daging ayam ras memberikan andil inflasi 0,07 persen, disusul telur ayam ras 0,05 persen dan beras 0,04 persen.

Kemudian, jeruk dan nasi dengan lauk masing-masing menyumbang 0,03 persen. Pecel serta laptop/notebook masing-masing memberikan andil 0,02 persen.

Inflasi bulanan September 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada September 2025, Kota Madiun mengalami inflasi 0,03 persen. Sedangkan September 2024 justru mencatat deflasi 0,14 persen.

Angka inflasi bulanan Kota Madiun sebesar 0,27 persen juga berada di atas inflasi gabungan 11 kabupaten/kota IHK di Jawa Timur yang tercatat 0,24 persen.

Sementara itu, inflasi tahun kalender Kota Madiun hingga September 2026 mencapai 2,34 persen. Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi tercatat sebesar 3,66 persen.

’’Angka tersebut menjadi yang tertinggi untuk periode September dalam tiga tahun terakhir,’’ imbuh Azis. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
Inflasi cabai rawit harga pangan kota madiun BPS Kota Madiun