Antisipasi Banjir Kota Madiun, BPBD Bersihkan Sungai Piring hingga Kali Maling

Erlita H • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 10:07 WIB
MITIGASI BANJIR: Petugas membersihkan aliran sungai di Kota Madiun untuk mengantisipasi sumbatan dan luapan air saat musim hujan. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
MITIGASI BANJIR: Petugas membersihkan aliran sungai di Kota Madiun untuk mengantisipasi sumbatan dan luapan air saat musim hujan. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman luapan sungai mulai diantisipasi menjelang musim hujan.

Pemkot Madiun menyisir sejumlah aliran yang dinilai rawan tersumbat dan memicu genangan.

Sedikitnya 10 kegiatan bersih-bersih sungai dijadwalkan sepanjang Oktober.

Selasa (6/10), pembersihan menyasar aliran Sungai Piring. Sedimentasi ringan, vegetasi liar, hingga berbagai material yang berpotensi menghambat aliran air disingkirkan.

Kalaksa BPBD Kota Madiun Deddy Purnomo Santoso mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kelanjutan pembersihan sungai yang telah dimulai sejak Jumat (3/10).

’’Tujuannya untuk mencegah atau meminimalkan dampak luapan air, sehingga potensi banjir nanti bisa kita tekan,’’ ujarnya.

Pembersihan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), TNI, Tagana, masyarakat, hingga pelaku usaha di sekitar aliran sungai.

Sejauh ini, pekerjaan masih mengandalkan peralatan manual. Mulai mesin pemotong rumput, arit, pisau, hingga seling untuk menarik kayu yang melintang dan berpotensi menghambat aliran.

Setelah Sungai Piring, kegiatan akan bergeser ke sejumlah titik lain. Di antaranya Kali Maling, Kali Sono, dan Kali Kanigoro.

Vegetasi di bantaran turut menjadi perhatian. Termasuk rumpun bambu yang berpotensi roboh ke sungai dan menyumbat aliran ketika debit air meningkat.

Sementara itu, penanganan sedimentasi yang membutuhkan alat berat masih dipetakan.

BPBD Kota Madiun akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan BBWS untuk menentukan penanganannya.

’’Kalau mengenai pengerukan sungai dan untuk mengurangi sedimentasi, tetap kami koordinasikan dengan BBWS. Karena besarnya aliran juga berpengaruh antara hulu dan hilir,’’ jelas Deddy.

Selain sedimentasi dan vegetasi, sampah masih menjadi persoalan di sejumlah aliran sungai.

BPBD meminta masyarakat tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan.

’’Utamanya kami masih menemukan sampah-sampah yang ada di aliran sungai. Kami mengimbau masyarakat untuk mengolah sampah dengan bijak,’’ tandasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
sungai piring mitigasi banjir musim hujan bersih sungai BPBD Kota Madiun