Jawa Pos Radar Madiun – Derasnya arus informasi di dunia maya menuntut kebijaksanaan penggunanya agar tidak mudah terhasut hoaks maupun fitnah.
Isu krusial inilah yang dibawakan dengan apik oleh Sausan Athirah Putri Santosa pada babak penyisihan Festival Dai Cilik 2026 tingkat SMP/MTs, Rabu (7/10).
Berlaga di Aula Gedung PKK Rumah Dinas Wali Kota Madiun, delegasi dari SMPN 12 Madiun tersebut mengusung tema "Remaja Islami Berakhlak Mulia: Menebar Kebaikan di Dunia Nyata dan Media Sosial".
Gaya bicaranya yang tertata rapi mampu membawa penonton pada sebuah perenungan.
Baca Juga: Sampaikan Ceramah Jempolmu Cermin Akhlakmu, Alfika Curi Perhatian di Festival Dai Cilik 2026
Sausan mengingatkan para hadirin untuk senantiasa mengedepankan prinsip tabayyun atau kroscek data ketika berselancar di media sosial.
Ia memberikan sebuah panduan sederhana yang bisa diterapkan generasi muda sebelum memencet tombol share atau bagikan di gawai mereka.
"Selalu periksa kebenaran setiap informasi sebelum menyebarkannya. Tanyakan pada diri sendiri, apakah ini benar? Apakah informasi ini bermanfaat, atau justru dapat menyakiti orang lain," tanya Sausan kepada audiens.
Tak sekadar menyoroti etika berjejaring secara virtual, Sausan juga menekankan pentingnya menjaga lisan dan perkataan dalam pergaulan sehari-hari.
Di penghujung ceramahnya, ia mengajak seluruh remaja Islam untuk terus membudayakan sikap tolong-menolong terhadap sesama, kapan pun dan di mana pun berada. (*)
Editor : Mizan Ahsani