Jawa Pos Radar Madiun – Tren mengejar ke-viral-an di kalangan remaja masa kini menjadi perhatian khusus bagi Bagus Darmawan.
Tampil memikat pada babak penyisihan Festival Dai Cilik 2026 Tingkat SMP/MTs, Rabu (7/10), ia mencoba meluruskan cara pandang generasi muda terhadap popularitas.
Berorasi mewakili SMP Muhammadiyah Kota Madiun di Aula Gedung PKK Rumah Dinas Wali Kota Madiun, Bagus membawakan tema "Akhlak Mulia, Prestasi Gemilang: Menjadi Remaja Islami yang Inspiratif di Era Digital".
Ia menyoroti fenomena anak zaman sekarang yang sering kali melakukan berbagai macam cara hanya demi dikenal luas di dunia maya.
Baca Juga: Sebut Jejak Digital Itu Kejam, Allvian Cakti Ajak Remaja Jadi Agen Perubahan
Padahal, menurutnya, ketenaran bukanlah tolok ukur kesuksesan yang hakiki bagi seorang muslim.
Sebagai generasi penerus bangsa, remaja seharusnya lebih berfokus pada pengembangan diri dan kualitas karakter, bukan sekadar memburu angka likes atau views.
"Di era digital ini, viral itu hanyalah bonus, tapi akhlak itulah yang utama. Sehebat apa pun kita, prestasi tanpa akhlak sama saja minim manfaatnya," tegas Bagus di hadapan dewan juri dan penonton.
Untuk memperbaiki orientasi tersebut, ia mengajak seluruh remaja agar kembali meneladani budi pekerti luhur Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Penampilan yang lugas dan tepat sasaran ini sukses menyentil kesadaran para hadirin, bahwa karakter mulia jauh lebih berharga dan abadi dibandingkan popularitas sesaat di media sosial. (*)
Editor : Mizan Ahsani