Kemenag Kota Madiun Dorong Regenerasi Dai Lewat Dai Cilik 2026, Ini Harapannya

Erlita H • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 12:22 WIB
REGENERASI DAI: Peserta Dai Cilik Jawa Pos Radar Madiun 2026 menunjukkan kemampuan berdakwah. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
REGENERASI DAI: Peserta Dai Cilik Jawa Pos Radar Madiun 2026 menunjukkan kemampuan berdakwah. BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Panggung Dai Cilik Jawa Pos Radar Madiun 2026 diharapkan menjadi pintu awal lahirnya generasi pendakwah muda. Kemampuan peserta tidak cukup hanya ditunjukkan selama perlombaan, tetapi perlu terus diasah agar kelak mampu menyampaikan pesan keagamaan di tengah masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun Zainut Tamam menilai regenerasi dai harus dimulai sejak usia sekolah. Pembinaan perlu berlangsung berkesinambungan agar muncul penerus dari kalangan generasi muda.

’’Dengan adanya Dai Cilik ini diharapkan muncul calon-calon dai yang nantinya bisa hadir di tengah masyarakat dan umat,’’ ujarnya, Rabu (7/10).

Menurut Tamam, keberadaan pendakwah masih dibutuhkan masyarakat. Karena itu, kompetisi Dai Cilik diharapkan tidak berhenti sebagai ajang mencari juara, tetapi menjadi bagian dari proses kaderisasi.

Dia juga berharap kegiatan tersebut dapat digelar secara rutin setiap tahun. Bahkan, cakupannya bisa diperluas melalui perlombaan keagamaan lainnya, seperti kaligrafi maupun Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ).

Tamam menjelaskan, pembinaan kemampuan keagamaan dan public speaking telah berjalan di lingkungan madrasah. Salah satunya melalui Pekan Olahraga dan Seni (Porseni).

Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mengikuti perlombaan pidato keagamaan, tetapi juga pidato bahasa Arab dan Inggris. Proses seleksi dilakukan secara berjenjang hingga tingkat Jawa Timur.

’’Di madrasah juga sudah ada ekstrakurikuler dan pembinaan terkait Pildacil. Jadi, anak-anak memang sudah mendapatkan pembinaan,’’ jelasnya.

Pembinaan itu diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk terus mengembangkan kemampuan berdakwah, termasuk melalui kompetisi di luar lingkungan sekolah.

Bagi peserta, Dai Cilik Jawa Pos Radar Madiun 2026 juga menjadi kesempatan menguji hasil latihan di hadapan audiens.

Denting Alunan Mendayu, 15, misalnya. Siswi kelas IX SMPN 2 Madiun itu mempersiapkan penampilannya selama sekitar dua pekan.

Dia membawakan materi bertema Akhlak Mulia, Prestasi Gemilang: Menjadi Remaja Islami yang Inspiratif di Era Digital.

’’Rasanya senang, bangga, dan lega karena perjuangan berlatih akhirnya bisa ditampilkan secara maksimal,’’ ungkapnya.

Meski bercita-cita menjadi diplomat, Denting tetap ingin mengembangkan kemampuan berdakwah. Baginya, pengalaman mengikuti Dai Cilik menjadi bekal untuk terus belajar menyampaikan pesan agama secara menarik.

’’Harapannya melalui Dai Cilik ini saya bisa menjadi daiyah yang menginspirasi dan bisa menyampaikan pelajaran agama dengan menarik,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
Dai Cilik Jawa Pos Radar Madiun 2026 regenerasi dai Kemenag Kota Madiun kota madiun Denting Alunan Mendayu