Jawa Pos Radar Madiun – Tiga narapidana kasus narkotika berkategori risiko tinggi atau high risk dari Lapas Kelas I Madiun dipindahkan ke Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Ketiganya menjadi bagian dari 45 warga binaan sejumlah unit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan di Jawa Timur yang menjalani pemindahan untuk penguatan pengamanan.
Sebelum diberangkatkan ke Nusakambangan, seluruh narapidana dikumpulkan di Lapas Kelas I Surabaya. Pemindahan dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat risiko masing-masing warga binaan serta kebutuhan pengawasan di tempat penempatan baru.
Kepala Lapas Kelas I Madiun Fajar Nur Cahyono mengatakan, pemindahan tersebut merupakan langkah antisipatif untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
Terutama terhadap potensi gangguan yang melibatkan narapidana dengan kategori risiko tinggi.
’’Pemindahan warga binaan berisiko tinggi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem pengamanan dan menjaga stabilitas keamanan di lingkungan pemasyarakatan,’’ ujarnya, Jumat (9/10).
Menurut Fajar, penempatan narapidana di Nusakambangan diharapkan membuat pengawasan lebih optimal. Sebab, penanganan setiap warga binaan perlu disesuaikan dengan tingkat risiko dan ketentuan pengamanan yang berlaku.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
’’Kami mendukung penuh kebijakan ini sebagai upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban, sekaligus memastikan pelaksanaan tugas pemasyarakatan berjalan secara optimal dan sesuai ketentuan yang berlaku,’’ jelasnya.
Fajar menegaskan, pemindahan tiga narapidana kasus narkotika itu tidak membuat pengawasan di Lapas Kelas I Madiun dikendurkan.
Petugas tetap diminta meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat pengawasan internal untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Koordinasi antarpersonel juga menjadi perhatian agar sistem pengamanan berjalan optimal meski sejumlah warga binaan berisiko tinggi telah dipindahkan.
’’Selain meningkatkan kewaspadaan, kami juga memperkuat koordinasi antarpetugas,’’ tegasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto