Jawa Pos Radar Madiun – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Madiun memasang target menggandakan perolehan kursi DPRD pada Pemilu 2029.
Dari tiga kursi menjadi enam kursi. Partai tersebut juga berencana menyiapkan kader internal untuk bersaing dalam pemilihan kepala daerah mendatang.
Target itu disampaikan dalam pengukuhan pengurus DPC PKB Kota Madiun periode 2026–2031.
Kepengurusan baru diminta memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas kaderisasi, serta meningkatkan keterlibatan dalam kegiatan kemasyarakatan.
Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur Anik Maslachah mengatakan, penguatan struktur partai harus dibarengi program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut dia, konsolidasi tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan internal organisasi.
’’Konsolidasi terus diperkuat, kolaborasi terus dilakukan. Yang kedua adalah bekerja yang berdampak, terus hadir di tengah-tengah masyarakat, menjadi solusi untuk masyarakat Kota Madiun,’’ ujarnya, Minggu (12/10/2026).
Anik menyebut peningkatan perolehan kursi legislatif sebagai salah satu ukuran keberhasilan kerja organisasi.
Karena itu, dia meminta jajaran pengurus baru mempersiapkan strategi menghadapi kontestasi politik berikutnya.
’’Maka endingnya adalah mutlak, menang dengan lipat gandaan dari tiga menjadi enam kursi, memberangkatkan eksekutif dari kader sendiri,’’ tegasnya.
Selain memperkuat kepengurusan, PKB Kota Madiun juga menaruh perhatian pada regenerasi politik.
Perekrutan kader dan bakal calon anggota legislatif dari kalangan muda menjadi salah satu agenda yang disiapkan.
Anik menyebut generasi Z dan milenial memiliki porsi sekitar 60 persen. Menurut dia, kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam mengembangkan pola komunikasi dan kaderisasi partai.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kota Madiun Agus Wiyono mengatakan, pembentukan struktur organisasi telah menjangkau tingkat dewan pengurus ranting (DPRt).
Pengukuhan kepengurusan periode 2026–2031 sekaligus menjadi momentum evaluasi internal untuk mempersiapkan agenda politik mendatang.
’’Pengukuhan hari ini adalah sebuah konsolidasi, sudah terbentuk mulai dari DPC hingga DPRt,’’ katanya.
Agus menekankan pentingnya pendekatan yang disebutnya sebagai politik kehadiran. Melalui pendekatan tersebut, kader diharapkan lebih aktif berinteraksi dengan masyarakat dan memahami persoalan yang dihadapi warga.
Dia juga meminta kader PKB yang duduk di DPRD Kota Madiun menjalankan fungsi representasi masyarakat serta memberikan perhatian terhadap kebutuhan konstituen.
’’Kader PKB yang di fraksi DPRD Kota Madiun harus bisa memberikan solusi. Begitu juga kader PKB di semua lini,’’ tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto