Jawa Pos Radar Madiun – PT KAI Daop 7 Madiun memperketat pengawasan keselamatan perjalanan kereta api. Enam perlintasan sebidang di wilayah Kediri dan Tulungagung menjadi sasaran inspeksi mendadak (sidak), Sabtu (10/10) dini hari.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesiapan petugas sekaligus kelayakan perangkat keselamatan saat operasional malam.
Vice President KAI Daop 7 Madiun Ali Afandi turun langsung memimpin inspeksi di lintas Tulungagung–Kediri.
Bersama jajaran manajemen, dia menyisir tiga titik perlintasan sebidang. Masing-masing JPL 254, JPL 255, dan JPL 256.
Dalam inspeksi tersebut, Ali memeriksa kondisi sarana dan prasarana perlintasan, penerapan standar keselamatan, hingga kesiapsiagaan petugas penjaga jalan lintasan (PJL).
Pembinaan juga diberikan untuk memastikan petugas tetap disiplin dan waspada selama bertugas pada malam hingga dini hari.
Sementara itu, tim manajemen KAI Daop 7 Madiun lainnya melakukan pemeriksaan di tiga perlintasan lintas Kertosono–Kediri. Yakni, JPL 297 Papar, JPL 291 Baye, serta JPL 272 Rembang, Ngadiluwih.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, inspeksi malam tersebut merupakan bagian dari pengawasan rutin untuk mengantisipasi potensi gangguan keselamatan perjalanan kereta api.
Pemeriksaan tidak hanya menyasar perangkat keselamatan, tetapi juga kesiapan personel di lapangan.
’’Kami ingin memastikan seluruh sarana keselamatan berfungsi optimal dan petugas di lapangan, khususnya para PJL, selalu dalam kondisi siap siaga serta menjalankan prosedur operasional secara disiplin,’’ ujarnya.
Menurut Tohari, pengawasan langsung menjadi langkah penting untuk memastikan standar keselamatan diterapkan secara konsisten.
Terlebih, petugas penjaga perlintasan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api sekaligus pengguna jalan yang melintas.
Karena itu, inspeksi lapangan terus dilakukan untuk memperkuat kedisiplinan petugas serta mengantisipasi potensi bahaya di kawasan perlintasan sebidang.
’’Dengan pengawasan yang intensif dan peninjauan langsung di lapangan, kami berupaya meminimalisasi sekecil apa pun potensi bahaya serta meningkatkan kewaspadaan operasional,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto