NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Pemkab Ngawi menggelar Ngawi Gemah Ripah Festival di Alun-Alun Merdeka Ngawi, kemarin (31/8). Event itu guna promosi sekaligus launching sambal welut kuliner khas Ngawi. Acara diawali demo dan lomba memasak menu itu. Juga pameran produk ekonomi kreatif di sepanjang jalan tengah alun-alun.
Malam harinya, launching kuliner sambal welut, penyerahan penghargaan untuk pemenang lomba masak, dan hiburan musik Lyla serta GildCoustic.
''Ngawi Gemah Ripah Festival kolaborasi antara dinas pariwisata, pemuda, dan olahraga (disparpora) dengan dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP),'' kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.
Menurut Ony, penyelenggaraan event menunjukkan kabupaten ini fokus pada pertanian organik. Konsistensi menggeluti bidang itu menciptakan adanya ekonomi kreatif dari program pertanian ramah lingkungan berkelanjutan.
Alhasil, banyak muncul belut di sawah dengan kualitas yang bagus. Prospek bisnis hewan itu juga cukup menjanjikan. Sebab harganya di kisaran Rp 25 ribu sampai Rp 60 ribu per kilogram.
"Berkah bagi petani dan pencari belut,'' ujarnya.
Kepala Disparpora Ngawi Wiwien Purwaningsih menambahkan, kuliner sambel welut bagian dari ekonomi kreatif. Peserta yang dilibatkan berasal dari 19 kecamatan. Pihaknya ingin mencari menu sambal welut yang dapat menggoyang lidah penikmat kuliner.
''Karena ke depannya sambal welut di-branding sebagai kuliner khasnya Ngawi,'' pungkasnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya