Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Warga Klaten Ini Menggoreng Telur Mata Sapi saat Cuaca Panas Ekstrem

Budhi Prasetya • Selasa, 10 Oktober 2023 | 23:15 WIB
Video memasak telur mata sapi yang diunggah pada instastory oleh akun media sosial Instagram @arvinabram.
Video memasak telur mata sapi yang diunggah pada instastory oleh akun media sosial Instagram @arvinabram.

KLATEN, Jawa Pos Radar Madiun – Musim kemarau tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Paling mencolok adalah panas ektrem yang terjadi belakangan ini.

Kondisi tersebut dirasakan masyarakat hampir diseluruh wilayah. Akibatnya, tak sedikit masyarakat yang mengaku aktivitas mereka terganggu oleh cuaca panas ekstrem itu.

Seperti yang dialami oleh seorang ibu rumah tangga asal Klaten, Jawa Tengah. Namun, ia memiliki cara unik untuk menghilangkan rasa gerah akibat cuaca panas ekstrem.

Dilansir dari Radar Solo (Jawa Pos Group), ia menggoreng telur mata sapi langsung di bawah terik matahari. Kegiatan untuk mengusir bosan itu dilakukan di halaman rumahnya, Senin (9/10) kemarin.

Video memasak telur mata sapi ala ibu rumah tangga di Klaten itupun diunggah dalam Instastory akun media sosial instagram @arvinabram.

Dalam rekaman video terdengar suara perempuan yang belakangan diketahui bernama Dewi, warga Desa Manjung, Kecamatan Ngawen, Klaten.

Perempuan berumur 33 tahun itu menerangkan bahwa cuaca siang itu (Senin, red) cukup panas hingga dirinya bisa menggoreng telur.

Dewi juga menyebut jika menggoreng telur yang dia lakukan itu untuk menuruti keinginan Arka, anaknya. Buah hatinya itu sebelumnya menonton konten memasak telur di bawah terik matahari yang ada di YouTube.

“Panas e isoh goreng endog, panas banget. Nuruti Arka iki (Panasnya sampai bisa untuk menggoreng telur, panas banget. Menuruti Arka ini),” ucap Dewi dalam video tersebut, seperti dilansir dari Radar Solo.

Video itu kemudian diunggah ulang oleh akun media sosial Instagram @kabar_klaten dengan ditambah keterangan berbahasa Jawa "Wis Njajal goreng ndog na latar lur."

Hingga pukul 20.35 WIB Senin kemarin, unggahan video itu sudah mendapatkan 4.149 likes (suka) dan 110 komentar.

Saat dikonfirmasi, Dewi mengungkapkan awalnya dia menaruh wajan sebagai tempat penggorengan di atas genteng rumah. Sambil menunggu anaknya pulang dari sekolah Paud.

“Itu dari pukul 08.00, sudah saya taruh di atas genteng. Lalu baru sekira pukul 11.00, telur saya masukkan ke penggorengan hingga akhirnya saya unggah ke media sosial,” ucap Dewi, seperti dikutip dari Radar Solo pada Selasa (9/10).

Ia mengungkapkan, dia sempat menuangkan minyak dalam wajan hingga mendidih. Kemudian melanjutkan memasak di halaman rumahnya.

Proses menggoreng telur mata sapi itu memerlukan waktu sekitar tiga jam. Meski begitu, Dewi memastikan telur yang digorengnya baru setengah matang.

“Mungkin kalau didiamkan sampai sore hari, bisa mateng kali ya. Tapi akhirnya juga dimakan oleh anak saya,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, suhu panas yang pernah terjadi di daerahnya bisa sampai 38 derajat Celcius. Hal itu diketahui dari aplikasi yang ada di smartphone.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Syahruna mengungkapkan, berdasarkan prediksi dari BMKG, dampak puncak El Nino terjadi pada Oktober. Sedangkan penurunan dari dampak kenaikan suhu mulai terjadi pada November.

“November diprediksi baru hujan tetapi di wilayah pegunungan. Sedangkan untuk hujan di wilayah Kota Klaten diprediksi baru terjadi pada awal Desember,” pungkasnya. (ren/ria)

Editor : Budhi Prasetya
#YouTube #menggoreng telur #klaten #panas ekstrem