Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Gombelwakcukdongti, Menu Kuliner Viral dari Sirapan Madiun yang Susah Disebutkan tapi Langganan Pejabat

Dian Rahayu • Minggu, 3 Maret 2024 | 18:30 WIB
NIKMATNYA: Pengunjung menikmati kuliner nasi belut sambal kluwak buatan Sri Martini, warga Desa Sirapan, Kecamatan/Kabupaten Madiun. (DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN)
NIKMATNYA: Pengunjung menikmati kuliner nasi belut sambal kluwak buatan Sri Martini, warga Desa Sirapan, Kecamatan/Kabupaten Madiun. (DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Kuliner andalan di Kabupaten Madiun beragam. Salah satu yang belakangan viral karena unik dan beda adalah nasi belut sambal kluwak buatan Sri Martini.

Sambal hitam itu viral karena teksturnya lembut dan rasa pedasnya nagih. Gurihnya belut goreng kian melengkapi kelezatan menu kuliner buatan warga Desa Sirapan, Madiun, tersebut.

Ya, warna hitam sambal buatan Sri bukan dari kecap, tapi dari kluwak. Semakin nikmat, sambal hitam itu dinikmati bersama nasi hangat di atas daun jati dan belut goreng yang gurih.

"Kami menamai gombelwakcukdongti (sego sambel kluwak pincuk godhong jati, red)," kata perempuan paro baya tersebut.

Untuk menemani nasi dan sambal yang khas, dia juga menyediakan aneka lauk dan sayur lainnya. Seperti tempe, telur, patin, lele, belut dan sayur ubi jalar.

Cara pembuatannya tidak jauh berbeda dengan membuat sambal ulek biasanya. Yang perlu disiapkan adalah kluwak, bawang putih, garam serta cabai rawit.

Sudah hampir lima tahun terakhir Sri menyediakan menu makanan unik tersebut di angkringan yang ada di depan rumahnya.

"Waktu itu bu Erni, istri Wabup Madiun Hari Wuryanto yang juga wakil Ketua PKK saat itu datang mencoba sambal kluwak ini, kemudian diposting di sosial media," ujarnya.

"Sejak itu semakin ramai yang pesan sambal kluwak ini," sambung Sri Martini.

Ada beberapa cara penyajian untuk menikmati sambal kluwak khas Sri Martini.

Bisa langsung dimakan dengan nasi dan lauk. Pun ada yang dijual sambalnya saja dengan kemasan menggunakan kaleng, sehingga bisa aman dikirim hingga luar kota.

"Kalau kata pembeli yang sudah mencoba itu beda dengan sambal biasanya, lebih lembut teksturnya dan gurihnya lain," terangnya.

Satu porsi gombelwakcukdongti, Sri menjual dengan harga mulai Rp 20 ribu sampai Rp 22 ribu per porsi tergantung lauk pauk yang diminta.

Sedangkan produk sambalnya saja dijual seharga Rp 35 ribu per kaleng.

Produk ini bisa awet satu minggu saat tersimpan dalam lemari es. Sedangkan di suhu ruangan, hanya mampu bertahan sehari. Maklum saja, sambal ini dibuat tanpa bahan pengawet.

Semakin nikmat, kuliner satu ini disajikan dengan minuman khas, jarecuruk atau minuman jahe sere kencur jeruk yang diracik dan ditambah dengan gula aren agar semakin lezat rasanya.

"Banyak juga dari kalangan pejabat pemkab maupun anggota dewan yang ke sini, kalau yang dari luar kota, biasanya dari Jakarta dan Klaten. Sering kirim ke sana," pungkasnya. (ryu/aan) 

Editor : Mizan Ahsani
#nasi #Viral #kuliner #madiun #sirapan #belut