Jawa Pos Radar Madiun – Jika biasanya serangga kepik dikenal dengan bau menyengat dan dianggap hama, di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, serangga ini justru dijadikan bahan utama dalam kuliner unik bernama sambel kepik atau biasa disebut beser.
Kuliner ekstrem ini telah menjadi warisan turun-temurun masyarakat setempat dan biasa disajikan bersama nasi tiwul dan urap.
Kepik, Serangga dengan Aroma Khas
Kepik atau Pentatomidae adalah jenis serangga berbentuk perisai segi lima, dengan antena beruas lima.
Ciri khas serangga ini adalah kemampuannya melindungi diri dengan mengeluarkan bau menyengat.
Namun, di tangan masyarakat Gunung Kidul, kepik justru diolah menjadi sambal khas yang punya cita rasa unik dan ekstrem.
Cara Membuat Sambel Kepik yang Tak Biasa
Dalam video yang diunggah akun Instagram @jogjaexplore, terlihat proses pembuatan sambel kepik yang cukup mengejutkan.
Kepik hidup dimasukkan langsung ke dalam cobek berisi cabai, bawang putih, garam, dan penyedap rasa, lalu diulek bersamaan hingga menyatu menjadi sambal siap santap.
Video tersebut menuai beragam komentar dari warganet.
Namun bagi pecinta kuliner ekstrem, sambel kepik bisa menjadi pengalaman kuliner yang menantang adrenalin.
Disajikan Bersama Nasi Tiwul, Sensasi Tradisional dan Ekstrem Bersatu
Biasanya, sambel kepik disajikan dengan nasi tiwul, makanan khas dari singkong yang dikukus, serta urap sayur.
Kombinasi ini memberikan sensasi makan tradisional yang unik, menggabungkan rasa pedas, gurih, dan sedikit aroma khas kepik yang menyengat tapi menggoda.
Meski dianggap ekstrem oleh banyak orang luar daerah, bagi sebagian warga Gunung Kidul, sambel kepik adalah bagian dari identitas budaya kuliner lokal.
Ini menunjukkan bagaimana inovasi dan tradisi berpadu dalam dunia kuliner Nusantara yang begitu beragam. (naz)
Editor : Mizan Ahsani