Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sejarah Donat: Benarkah Berasal dari Amerika? Simak Perjalanan Camilan Favorit Ini hingga Sampai di Tanah Nusantara

Dwi NR Diliana • Jumat, 18 April 2025 | 16:18 WIB
Ilustrasi donat beraneka rasa.
Ilustrasi donat beraneka rasa.

Jawa Pos Radar Madiun - Siapa sih yang nggak kenal donat? Kudapan manis berbentuk bulat ini sudah jadi camilan favorit banyak orang dari berbagai kalangan.

Di Kota Madiun sendiri, donat hadir dalam berbagai varian—mulai dari versi rumahan yang murah meriah, hingga versi premium yang bisa ditemui di mal-mal modern.

Mulai dari donat gula putih klasik, donat dengan taburan meses warna-warni, donat cincin khas Amerika, hingga bomboloni ala Italia yang tengah naik daun.

Topping-nya pun semakin beragam mengikuti selera generasi kekinian. Ada rasa matcha, oreo, tiramisu, cokelat, hingga krim vanila yang menggoda selera.

Asal-Usul Donat: dari Belanda ke Amerika, Lalu ke Seluruh Dunia

Meski sudah akrab di lidah masyarakat Indonesia, donat sejatinya bukan kudapan asli Nusantara.

Donat pertama kali dibawa oleh bangsa Belanda ke Amerika Serikat, di mana kudapan ini mengalami transformasi bentuk, rasa, dan cara penyajian.

Konon, donat berbentuk cincin pertama kali diperkenalkan pada 1847 oleh Kapten Hansen Gregory, seorang pelaut asal Amerika.

Ia membuat lubang di tengah adonan agar matang merata saat digoreng.

Seiring waktu, donat semakin populer di Amerika, terlebih setelah Adolph Levitt, seorang imigran asal Rusia, menciptakan mesin pembuat donat otomatis pada 1920.

Inovasi ini membuat produksi donat menjadi lebih cepat dan efisien.

Di Indonesia, donat mulai dikenal publik pada 1968 saat waralaba American Donut membuka gerai di Djakarta Fair, yang kini dikenal sebagai Pekan Raya Jakarta.

Namun, kepopulerannya benar-benar melesat sejak tahun 1985, ketika gerai donat asal Amerika membuka cabang resmi di Tanah Air.

Bomboloni: Donat Lembut dari Italia yang Viral

Selain donat cincin klasik, ada juga varian modern yang belakangan makin digemari, yaitu bomboloni. Donat asal Italia ini berasal dari wilayah Tuscany dan Emilia-Romagna.

Bomboloni memiliki tekstur yang lebih lembut dan ringan, dengan ciri khas berisi aneka isian seperti krim vanila, puding, cokelat, hingga selai buah.

Penampilannya yang menggoda dan rasanya yang lembut membuat bomboloni jadi primadona di berbagai toko roti modern.

Menikmati secangkir teh hangat ditemani sepiring donat bisa jadi cara sederhana namun menyenangkan untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga atau orang terkasih.

Donat bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang kenangan dan kebersamaan. (aan/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#indonesia #sejarah #amerika #belanda #donat