Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Brem Madiun Jadi Incaran Wisatawan, Ini Alasan Kenapa Oleh-Oleh Ini Selalu Dicari dan Tak Pernah Sepi

Archi • Kamis, 12 Juni 2025 | 01:09 WIB
Brem makanan khas Madiun.
Brem makanan khas Madiun.

Jawa Pos Radar Madiun – Kalau sudah mampir ke Madiun, rasanya belum sah jika pulang tanpa membawa brem.

Oleh-oleh legendaris ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga bagian dari warisan budaya dan identitas Madiun.

Teksturnya yang lembut dan sensasi asam-manis yang segar menjadikan brem Madiun tetap bertahan di hati para pelancong dari dulu hingga sekarang.

Brem bukan makanan baru bagi warga Madiun. Sejak era kolonial Belanda, makanan fermentasi berbahan dasar tape ketan ini sudah dikenal sebagai camilan istimewa.

Proses fermentasi alami itulah yang menjadi kunci cita rasa brem.

Menurut catatan sejarah lokal, brem pertama kali dibuat oleh masyarakat yang memanfaatkan hasil sampingan tape dan diolah menjadi kudapan padat menyerupai permen, namun dengan rasa yang khas dan menyegarkan.

Seiring berjalannya waktu, produksi brem terus berkembang. Dari warung dan pasar tradisional, kini brem telah diproduksi massal dan dipasarkan ke berbagai kota besar bahkan ke luar negeri.

Merek-merek lokal seperti Brem Sari Rasa dan Brem Bu Poer menjadi ikon kuliner yang selalu diburu wisatawan.

Di balik kepopulerannya, ada konsistensi rasa dan kualitas yang dijaga turun-temurun oleh para pembuatnya.

Keunikan brem Madiun terletak pada teksturnya yang halus namun tidak mudah hancur serta sensasi dingin saat meleleh di lidah.

Rasa manis-asam dari fermentasi tape ketan memberikan sensasi menyegarkan sekaligus menenangkan.

Tak heran jika brem disebut-sebut sebagai camilan yang bukan hanya enak, tapi juga punya efek relaksasi bagi penikmatnya.

Pusat penjualan brem tersebar di berbagai titik strategis di Kota Madiun. Kawasan sekitar Stasiun Madiun dan Jalan Pahlawan menjadi tempat paling mudah untuk mendapatkan brem dalam berbagai kemasan, dari yang tradisional sampai versi kekinian.

Selain itu, ada pula toko-toko oleh-oleh legendaris seperti Taman Sari di Jalan Kemiri dan Suling Gading di Jalan Sulawesi yang masih mempertahankan cita rasa klasik khas brem Madiun.

Bagi wisatawan yang suka nuansa lokal, Pasar Besar Madiun juga menjadi tempat berburu brem dalam bentuk curah atau kiloan.

Harganya terjangkau dan kualitasnya tetap terjaga. Brem juga sering menjadi oleh-oleh wajib para perantau yang pulang kampung ke Madiun, karena mudah dibawa dan bisa tahan lama.

Brem bukan sekadar makanan. Ia adalah simbol kreativitas masyarakat Madiun dalam mengolah bahan lokal menjadi produk berkualitas tinggi.

Dengan sejarah panjang dan cita rasa autentik, brem telah menjelma menjadi ikon kuliner yang tidak hanya dikenal di Jawa Timur, tapi juga secara nasional.

Kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Madiun, jangan lupa masukkan brem dalam daftar buruan kulinermu. Sekali coba, dijamin ingin beli lagi. (chi/ota)

Editor : Ockta Prana Lagawira
#kuliner madiun #pusat oleh oleh madiun #brem madiun #Wisata Kuliner Madiun #makanan tradisional madiun #camilan fermentasi tape ketan #oleh oleh khas madiun