Jawa Pos Radar Madiun – Kalau kamu melintasi jalur Ponorogo–Trenggalek dan merasa lapar, ada satu tempat makan sederhana yang wajib disinggahi: Warung Pecel Lele “Batas” di Desa Winong, Kecamatan Jetis, Ponorogo.
Warung ini bukan sekadar persinggahan biasa, tapi tempat untuk menikmati kelezatan khas pecel lele ala Jawa Timur yang autentik, gurih, dan menggoda.
Sekilas, bangunan warung ini tampak biasa. Namun begitu kamu duduk dan mencicipi hidangannya, lidahmu akan disambut oleh perpaduan rasa yang kaya dan memikat.
Lele goreng yang jadi menu andalan di sini digoreng hingga kering, dibelah dua, dan disajikan dengan tekstur renyah di luar serta lembut di dalam.
Disantap dengan sambal ulek langsung di cobek batu kecil khas Jawa, rasanya semakin mantap—pedasnya pas, segarnya terasa, dan benar-benar bikin nagih.
Yang tak kalah penting, lalapan segar seperti mentimun, kol, dan daun kemangi tersaji dalam porsi melimpah, menambah kesegaran setiap suapan.
Kombinasi pedas, gurih, dan segar dari menu pecel lele ini menghadirkan sensasi makan yang sulit dilupakan, apalagi dinikmati di tengah suasana khas warung pinggir jalan yang hangat dan merakyat.
Warung “Batas” buka setiap hari mulai pukul 08.30 hingga 17.00 WIB. Di jam-jam sibuk, pengunjung harus sabar antre karena tempat ini nyaris tak pernah sepi.
Selain pecel lele, warung ini juga menyediakan menu lain seperti sayur lodeh, sayur asem, tempe goreng, hingga rawon hangat yang menggugah selera.
Semua disajikan dengan cita rasa rumahan yang khas dan harga yang tetap bersahabat di kantong.
Tak sedikit pelanggan yang datang dari luar kota, bahkan luar provinsi, hanya untuk mampir dan mencicipi hidangan di warung ini.
Karena itulah, Pecel Lele “Batas” tak hanya dikenal sebagai tempat makan, tapi juga menjadi bagian dari jejak kuliner ikonik di perbatasan Ponorogo–Trenggalek.
Jika kamu termasuk pencinta kuliner tradisional Jawa Timur, tempat ini jelas tak boleh dilewatkan. (aji/ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira