Jawa Pos Radar Madiun – Di balik asrinya pedesaan Dolopo, Kabupaten Madiun, terdapat tradisi kuliner yang tak lekang oleh waktu.
Sebuah kebiasaan sarapan yang sederhana namun mengandung aroma nostalgia yang dalam: Nasi Pecel bungkus daun jati.
Mungkin Anda sudah akrab dengan nasi pecel yang dibungkus kertas atau daun pisang.
Tapi di Dolopo, ada yang berbeda. Di sini, para penjual masih setia menggunakan godong jati—daun jati muda—untuk membungkus hidangan khas ini.
Bukan hanya demi keindahan visual atau kesan tradisional, tapi juga karena daun jati memberi aroma khas dan rasa segar yang tak bisa ditiru pembungkus lainnya.
Setiap pagi, terutama sejak pukul 05.30 WIB, antrean mulai membentang di sebuah warung sederhana di Jalan Dusun Jatirejo, Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo.
Bahkan sebelum matahari muncul, warga sudah rela mengantre demi seporsi nasi pecel hangat dengan sambal kacang khas Madiun, lengkap dengan aneka sayuran rebus seperti kecambah, kacang panjang, dan daun singkong.
Yang membuat sajian ini semakin istimewa adalah sentuhan alami dari daun jati yang menebarkan aroma ketika nasi panas dituang ke atasnya.
Kombinasi tersebut menciptakan sensasi makan yang khas dan membekas.
Belum lagi berbagai pilihan lauk pendamping seperti tempe goreng, telur dadar, rempeyek kacang, hingga sate usus yang semakin memperkaya rasa dalam satu bungkus sederhana.
Baca Juga: Blue Sapphire Maia Estianty Bikin Heboh, Mirip Cincin Putri Diana? Ini Perkiraan Harganya
Di tengah maraknya makanan cepat saji dan kuliner modern, warung nasi pecel godong jati ini tetap bertahan dan bahkan semakin diminati.
Harganya pun ramah di kantong, cocok dinikmati oleh warga lokal maupun wisatawan yang ingin mencicipi sisi otentik dari budaya kuliner Madiun.
Lebih dari sekadar menu sarapan, nasi pecel daun jati adalah simbol keterhubungan masyarakat Dolopo dengan alam dan tradisi.
Cara mereka menjaga resep, bahan, hingga teknik pembungkusannya menunjukkan bahwa rasa dan nilai tak selalu bergantung pada kemewahan—tetapi pada kejujuran rasa dan kesetiaan terhadap warisan budaya.
Jadi, jika Anda berkunjung ke Madiun, sempatkanlah menepi sejenak ke Dolopo.
Duduk di warung sederhana, nikmati sepiring nasi pecel hangat berbalut daun jati, dan rasakan sensasi sarapan yang membangkitkan kenangan serta meneguhkan akar tradisi. (chi/ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira