Jawa Pos Radar Madiun - Sate Bu Ngantuk menjadi salah satu destinasi kuliner populer di Bandung, terutama di kalangan mahasiswa yang mencari makanan enak dengan harga bersahabat.
Keunikan tempat ini tidak hanya terletak pada cita rasa satenya, tetapi juga pada nama yang unik.
Nama "Sate Bu Ngantuk" konon diberikan oleh pelanggan setia karena sang penjual sering tampak mengantuk saat berjualan sendirian. Julukan itu pun melekat hingga kini menjadi nama usahanya.
Yang membuat Sate Bu Ngantuk berbeda dari warung sate kebanyakan adalah penggunaan koya sebagai bumbu utama.
Biasanya koya digunakan pada hidangan soto, namun di sini, koya ditaburkan di atas sate, menghasilkan sensasi rasa gurih yang unik dan menggugah selera.
Selain varian sate koya, pengunjung juga bisa menikmati sate dengan bumbu kacang dan kecap seperti pada umumnya.
Menunya pun beragam, mulai dari sate ayam, sate sapi, hingga sate kambing, dengan harga yang sangat terjangkau: cukup Rp10.000 untuk 10 tusuk sate!
Daya tarik lain dari Sate Bu Ngantuk adalah jam operasionalnya yang buka 24 jam, cocok untuk mengatasi lapar kapan saja, siang maupun malam.
Sate Bu Ngantuk kini telah memiliki dua cabang, yaitu di Jalan Ranca Bentang III dan Jalan Rereongan Sarupi, Ciumbuleuit, Kota Bandung.
Bagi kamu yang sedang mencari kuliner malam Bandung atau ingin merasakan sate unik dan murah, Sate Bu Ngantuk patut masuk daftar kunjunganmu.
(*/naz)
Penulis: Emailia Suharso/Politeknik Negeri Madiun
Editor : Mizan Ahsani