Jawa Pos Radar Madiun – Madiun memang tak pernah kehabisan kejutan dalam hal kuliner.
Setelah terkenal dengan nasi pecel dan brem, kota ini juga punya sajian khas lain yang tak kalah menggoda: lontong tahu telur.
Kombinasi lontong, tahu goreng, telur dadar, tauge segar, dan siraman bumbu kacang legit menjadikan menu ini favorit warga setempat dari pagi hingga malam hari.
Menariknya, tiap warung punya gaya dan rasa unik. Berikut lima tempat makan lontong tahu telur terbaik di Madiun yang wajib kamu cicipi saat main ke kota pecel ini:
1. Lontong Tahu Telur Bu Tri – Legendaris Sejak 90-an
• Alamat: Jl. Panglima Sudirman No.84b, Kejuron, Kota Madiun
• Jam buka: 09.00–22.00 WIB
• Harga: Mulai Rp12.000
• Rating Google: 4.6
Bumbu kacangnya lembut dan gurih, tahu-telurnya renyah di luar, lembut di dalam. Tempat ini selalu ramai saat jam makan siang, jadi datang lebih awal!
2. Lontong Tahu Telur Bu Sum – Langganan Malam Hari
• Alamat: Jl. Urip Sumoharjo No.66A, Mangunharjo, Kota Madiun
• Jam buka: 16.30–22.30 WIB
• Harga: Rp10.000–13.000
• Rating Google: 4.5
Cocok buat makan malam murah meriah. Porsinya besar, bumbu kacangnya kental dan lezat.
3. Tepo Tahu Telur Pak Marlan – Pilihan Sarapan Gurih
• Alamat: Jl. Musi No.3, Pandean, Taman, Kota Madiun
• Jam buka: 06.00–17.00 WIB
• Harga: Rp12.000
• Rating Google: 4.7
Gunakan tepo alih-alih lontong, cocok buat yang suka tekstur padat. Rasa bumbunya gurih, tidak terlalu manis.
4. Tahu Lontong Telur Demangan – Hidden Gem Ramah Kantong
• Alamat: Jl. Raya Ponorogo-Madiun No.3, Demangan, Kota Madiun
• Jam buka: 17.00–21.00 WIB
• Harga: Mulai Rp10.000
• Rating Google: 4.7
Lokasinya sederhana, tapi rasa bumbunya luar biasa. Tempat parkir terbatas, lebih nyaman datang naik motor.
5. Lontong Tahu Telur Mbah Jembrot – Otentik Sejak 70-an
• Alamat: Jl. Hayam Wuruk No.3, Manguharjo, Kota Madiun
• Jam buka: 16.00–23.00 WIB
• Harga: Mulai Rp10.000
• Rating Google: 4.5
Tua-tua keladi! Sudah eksis sejak 70-an, dan tetap jadi favorit karena rasa bumbu kacangnya yang khas dan tak berubah. (nda/ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira