Jawa Pos Radar Madiun – Tak lengkap rasanya membicarakan kuliner Jawa tanpa menyebut Madu Mongso, jajanan tradisional berbahan dasar tape ketan hitam yang penuh sejarah.
Dulu, camilan ini adalah sajian eksklusif di ritual adat dan hanya dihidangkan kepada tamu penting di masa Kerajaan Mataram Kuno.
Bahan utamanya—ketan hitam—pada zaman itu tergolong mahal, menjadikan Madu Mongso simbol kemewahan dan kehormatan.
Kini, Madu Mongso sudah menjadi camilan rakyat yang bisa dinikmati siapa saja.
Tidak hanya mudah ditemukan di pasar tradisional dan pusat oleh-oleh, Madu Mongso kini juga bisa dibuat sendiri di rumah dengan resep sederhana, tanpa kehilangan cita rasa autentiknya.
Bahan-Bahan Membuat Madu Mongso Tradisional:
• 1/2 kg tape ketan hitam (pilih yang tidak terlalu basah)
• 150 gram gula merah, sisir halus
• 50 gram gula pasir
• 250 ml santan kental
• 1/2 sdt garam
• 1 lembar daun pandan, ikat simpul
Langkah-Langkah Cara Membuat Madu Mongso:
• Masak Santan & Gula
Siapkan wajan besar, masukkan santan, gula merah, gula pasir, garam, dan daun pandan. Masak dengan api sedang sambil diaduk agar tidak pecah, hingga santan menyusut dan gula larut mengental.
• Tambahkan Tape Ketan Hitam
Setelah campuran santan mengental, masukkan tape ketan hitam. Kecilkan api dan aduk perlahan agar adonan tidak mudah gosong.
• Proses Pemasakan
Terus aduk selama 30–35 menit hingga adonan berubah tekstur menjadi agak lengket dan mengumpal. Setelah matang, matikan api dan aduk sebentar lagi untuk memastikan semuanya tercampur rata.
• Dinginkan & Bungkus
Angkat adonan, dinginkan di wadah bersih. Setelah benar-benar dingin, bungkus madu mongso sesuai selera menggunakan kertas minyak atau kertas makanan warna-warni khas jajanan tradisional.
Madu Mongso menghadirkan kombinasi rasa manis legit, aroma tape ketan dan santan yang gurih, serta tekstur lembut yang meleleh di mulut.
Tidak heran jika camilan ini tetap jadi favorit dan oleh-oleh khas Jawa Timur, bahkan setelah zaman berganti.
Kini, siapa pun bisa menghadirkan kemewahan rasa yang dulu hanya untuk bangsawan.
Lewat resep tradisional ini, Madu Mongso tetap abadi sebagai warisan budaya sekaligus camilan yang tak pernah kehilangan pesonanya. (fac/ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira