Jawa Pos Radar Madiun – Di tengah ragam kuliner nusantara, iwel iwel menjadi salah satu kue tradisional yang punya tempat istimewa di hati masyarakat Jawa.
Tidak sembarangan, kue ini hampir selalu hadir hanya saat acara selamatan bayi, menjadi simbol harapan dan doa untuk keselamatan si kecil.
Keunikan iwel-iwel tidak hanya terletak pada makna tradisinya, tapi juga pada cara membuatnya yang begitu sederhana.
Dengan hanya lima bahan utama—tepung ketan, kelapa parut, gula merah, garam, dan daun pisang—siapa pun bisa menghadirkan kue legit nan gurih ini di rumah.
Rasanya manis dengan tekstur lembut, membuat kue ini digemari lintas generasi.
Makna Mendalam di Balik Iwel-iwel
Lebih dari sekadar camilan, iwel iwel adalah simbol perlindungan dan doa dari keluarga untuk bayi yang baru lahir. Kehadiran kue ini dalam ritual selamatan menjadi pengingat agar keluarga selalu menjaga dan mendoakan sang bayi dalam setiap langkah kehidupannya.
Resep Iwel-iwel Klasik untuk 10–15 Bungkus
Dilansir dari buku Kue Basah & Jajan Pasar (2006) karya Yuyun Alamsyah, berikut resep sederhana iwel-iwel yang bisa Anda coba:
Bahan:
• 500 gram tepung ketan
• 1 buah kelapa, parut
• Garam secukupnya
• 200 gram gula merah, sisir halus
• Daun pisang untuk bungkus
Cara Membuat:
• Campurkan tepung ketan dengan kelapa parut dan sedikit garam, aduk rata hingga menjadi adonan.
• Siapkan lembaran daun pisang, letakkan beberapa sendok adonan, beri isian gula merah secukupnya di tengahnya.
• Bungkus seperti membuat bongko, bentuk agak bulat. Ulangi hingga adonan habis.
• Kukus dalam dandang panas hingga matang dan harum.
• Angkat, dinginkan, dan sajikan sebagai sajian spesial keluarga.
Selain untuk selamatan, iwel-iwel kini juga mulai diburu sebagai kudapan nostalgia di berbagai pasar tradisional.
Rasanya yang khas dan proses pembuatannya yang mudah menjadikannya pilihan tepat untuk memperkaya pengalaman kuliner rumahan. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira