Jawa Pos Radar Madiun – Bubur sumsum selalu punya tempat tersendiri di hati pecinta kuliner Nusantara.
Tekstur lembut, rasa gurih dari santan, dan aroma pandan yang menenangkan berpadu manisnya kuah kinca—menjadikan makanan tradisional ini tak hanya digemari anak-anak, tapi juga orang dewasa dan para lansia.
Bubur sumsum mudah ditemukan di pasar tradisional, namun juga sering muncul di momen spesial seperti selamatan, syukuran, atau perayaan adat keluarga.
Menariknya, Anda bisa menghadirkan kehangatan bubur sumsum di rumah tanpa menunggu acara khusus.
Bahannya sederhana, proses membuatnya pun mudah. Berikut resep praktis yang bisa langsung dicoba.
Bahan Bubur Sumsum:
• 100 gram tepung beras
• 850 ml air
• 65 ml santan instan
• ½ sendok teh garam
• 2 lembar daun pandan, simpulkan
Bahan Kuah Kinca:
• 200 ml air
• 75 gram gula kelapa (boleh diganti gula merah)
• 1 lembar daun pandan, simpulkan
Langkah Membuat Bubur Sumsum:
• Campur tepung beras, air, dan garam dalam panci. Aduk hingga larut dan tidak ada adonan yang menggumpal.
• Masukkan santan dan daun pandan. Masak di atas api kecil sambil terus diaduk agar tidak gosong di dasar panci.
• Aduk sampai adonan mengental dan meletup-letup, teksturnya harus lembut dan licin. Matikan api jika sudah matang.
Cara Membuat Kuah Kinca:
• Masukkan air, gula kelapa, dan daun pandan ke panci kecil.
• Masak di atas api sedang sampai gula larut dan air agak mengental, menghasilkan kuah manis beraroma wangi khas.
Penyajian: Sendokkan bubur sumsum hangat ke dalam mangkuk, siram dengan kuah kinca sesuai selera. Nikmati saat masih hangat atau setelah dingin untuk sensasi segar.
Bubur sumsum cocok jadi menu sarapan, camilan sore, bahkan sajian andalan di acara keluarga.
Tips Sukses Membuat Bubur Sumsum:
• Gunakan santan dari kelapa segar untuk rasa lebih gurih.
• Jika ingin kuah kinca lebih hangat, tambahkan sedikit jahe saat memasak.
• Aduk terus bubur di atas api kecil agar teksturnya halus dan tidak pecah.
Bubur sumsum bukan sekadar makanan tradisional—di setiap sendoknya tersimpan cerita kehangatan keluarga dan warisan kuliner Indonesia yang abadi. (fac/ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira