Jawa Pos Radar Madiun - Nata de coco merupakan salah satu bahan makanan populer yang sering digunakan dalam es campur, sop buah, hingga camilan sehat.
Namun, menyimpan nata de coco ternyata tidak bisa sembarangan. Salah-salah, justru membuatnya cepat basi, berlendir, bahkan berbau asam.
Agar tetap segar dan bisa dikonsumsi lebih lama, berikut adalah beberapa cara menyimpan nata de coco dengan benar:
1. Tiriskan Air Rendaman Pertama
Nata de coco dalam kemasan biasanya direndam dalam air yang sedikit asam karena proses fermentasi.
Setelah dibuka, sebaiknya buang air rendamannya, lalu cuci bersih nata de coco dengan air matang untuk menghilangkan aroma asam dan sisa ragi.
Baca Juga: Resep Kue Mendut Ketan Pandan: Jajanan Legendaris yang Bisa Kamu Bikin Sendiri di Rumah
2. Rendam Ulang dengan Air Matang Bersih
Setelah dicuci, rendam nata de coco dengan air matang yang bersih. Pastikan semua bagian terendam sempurna.
Simpan dalam wadah tertutup agar tidak terkontaminasi udara luar.
3. Simpan di Kulkas
Masukkan wadah berisi nata de coco ke dalam lemari es bagian bawah (chiller). Suhu dingin akan memperlambat pertumbuhan bakteri dan menjaga tekstur tetap renyah.
4. Ganti Air Rendaman Setiap Hari
Untuk nata de coco yang belum habis dalam 1 hari, sangat penting mengganti air rendaman setiap 24 jam sekali.
Ini mencegah lendir dan menjaga kesegaran lebih lama.
5. Jangan Campurkan dengan Gula Terlebih Dahulu
Jika belum akan dikonsumsi, hindari mencampurkan nata de coco dengan sirup, gula cair, atau bahan pemanis lainnya.
Gula dapat mempercepat fermentasi ulang dan menyebabkan nata cepat rusak.
6. Gunakan Wadah Kaca atau Plastik Food Grade
Pilih wadah yang bersih dan berbahan food grade agar tidak bereaksi dengan nata de coco. Tutup rapat untuk menghindari masuknya bau makanan lain dari kulkas.
Dengan penyimpanan yang tepat, nata de coco bisa bertahan hingga 5–7 hari setelah dibuka. Jadi, kamu bisa lebih hemat dan tetap menikmati nata de coco segar kapan saja! (naz)
Editor : Mizan Ahsani