Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Resep Roti Buaya Khas Betawi, Simbol Kesetiaan Cinta yang Selalu Hadir di Prosesi Lamaran

Mimien Samini • Jumat, 4 Juli 2025 | 15:54 WIB
Ilustrasi roti buaya.
Ilustrasi roti buaya.

Jawa Pos Radar Madiun – Di balik tampilannya yang unik dan bentuknya yang menyerupai reptil buas, Roti Buaya justru menyimpan makna yang begitu lembut.

Ada cinta, kesetiaan, dan niat baik.

Kue tradisional khas Betawi ini tak hanya sekadar suguhan manis, tetapi juga simbol penting dalam budaya lamaran dan pernikahan masyarakat Betawi.

Roti ini biasanya hadir dalam prosesi lamaran sebagai bagian dari seserahan yang dibawa oleh pihak pria.

Bentuk buaya dipilih bukan tanpa alasan. Dalam filosofi Betawi, buaya dianggap sebagai hewan yang setia pada pasangannya.

Sekali memilih, ia tak berpaling. Karena itu, bentuk roti ini menjadi representasi dari tekad dan ketulusan hati sang calon mempelai pria.

Meski sarat makna, rasa roti ini juga tak kalah istimewa.

Teksturnya empuk, aromanya wangi, dan manisnya pas. Cocok disantap bersama teh hangat di sore hari. Berikut resep selengkapnya.

Bahan Roti Buaya Betawi:

Untuk adonan:

500 gram tepung terigu protein tinggi

100 gram gula pasir

50 gram susu bubuk

1 sendok makan ragi instan

1 butir telur

250 ml susu cair hangat

75 gram margarin

1/2 sendok teh garam

Untuk olesan:

1 kuning telur

1 sendok makan susu cair

Cara Membuat Roti Buaya:

Aktifkan ragi dengan mencampurkan ragi instan, sedikit gula, dan susu hangat. Diamkan hingga berbusa (5–10 menit).

Buat adonan utama: campurkan tepung, gula, susu bubuk, dan telur. Masukkan larutan ragi, uleni hingga setengah kalis.

Tambahkan margarin dan garam, uleni kembali hingga adonan kalis elastis. Istirahatkan selama 30–45 menit hingga mengembang dua kali lipat.

Kempiskan adonan, lalu bentuk menyerupai buaya. Tambahkan kismis untuk mata, gunakan sisa adonan untuk membentuk kaki dan ekor.

Diamkan adonan yang sudah dibentuk selama 20–30 menit (proofing kedua).

Olesi permukaan roti dengan campuran kuning telur dan susu. Panggang dalam oven bersuhu 170°C selama 25–30 menit hingga matang dan berwarna keemasan.

Dinginkan di rak kawat, Roti Buaya siap disajikan atau dijadikan hantaran lamaran.

Tips Tambahan:

Ingin versi kekinian? Isi adonan dengan selai nanas, cokelat, atau keju parut. Buat motif kulit buaya lebih nyata dengan cutter kecil atau tusuk gigi sebelum dipanggang.

Selamat mencoba! (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#jakarta #betawi #Roti Buaya #resep #bahan #cara membuat #makna #lamaran