Jawa Pos Radar Madiun – Abon belut kini hadir sebagai inovasi kuliner yang tidak hanya lezat, tapi juga kaya manfaat kesehatan.
Bila selama ini belut lebih dikenal lewat olahan berkuah atau goreng, kini dagingnya bisa dinikmati dalam bentuk abon yang gurih, renyah, dan tahan lama.
Tak heran jika abon belut mulai digemari berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa, baik sebagai lauk, taburan nasi hangat, maupun camilan praktis.
Keunggulan utama abon belut ada pada kandungan gizinya.
Belut merupakan sumber protein, zat besi, dan omega-3 yang sangat dibutuhkan tubuh, khususnya untuk mendukung pertumbuhan anak serta mencegah anemia.
Selain itu, proses pengolahan menjadi abon membuat belut lebih mudah dinikmati, bahkan oleh anak-anak yang biasanya enggan makan lauk berduri.
Membuat abon belut memang membutuhkan ketelatenan, namun hasil akhirnya benar-benar memuaskan.
Proses diawali dengan membersihkan belut menggunakan air asam jawa atau abu gosok untuk menghilangkan lendir.
Setelah dipotong-potong, belut dikukus hingga dagingnya empuk dan mudah dipisahkan dari tulang.
Proses ini penting agar abon aman disantap, apalagi jika ditujukan untuk balita atau MPASI.
Daging belut yang sudah bersih kemudian dihaluskan dan dimasak bersama bumbu halus—seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan santan.
Proses memasak dilakukan hingga bumbu benar-benar meresap dan daging mulai mengering.
Setelah itu, daging bisa ditumbuk atau diblender untuk menghasilkan tekstur serat abon yang khas.
Langkah terakhir adalah menyangrai abon hingga benar-benar kering agar daya simpan maksimal dan kerenyahannya tetap terjaga.
Abon belut yang sudah matang bisa disimpan dalam toples kedap udara hingga berbulan-bulan.
Praktis untuk bekal sekolah, menu sarapan, atau bahkan sebagai makanan darurat saat bepergian.
Kandungan gizi tinggi pada abon belut juga membuatnya semakin diminati sebagai menu MPASI, tentunya dengan bumbu yang lebih ringan dan tekstur yang lebih halus agar mudah dikonsumsi bayi.
Tak hanya itu, abon belut juga menawarkan peluang bisnis bagi pelaku UMKM kuliner.
Berbagai inovasi rasa seperti pedas, manis, hingga campuran kelapa parut atau rempah-rempah khas daerah menambah daya tarik produk ini.
Bukan tidak mungkin, abon belut menjadi “superfood” lokal yang mampu bersaing di pasar nasional hingga ekspor.
Dengan kombinasi rasa gurih, manfaat kesehatan, serta kemudahan penyajian, abon belut layak mendapat tempat istimewa di dapur masyarakat Indonesia.
Menu tradisional yang naik kelas ini tak hanya menggugah selera, tapi juga mendukung pola makan sehat keluarga di era modern. (gas/ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira