Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cara Ekspor Tempe ke Luar Negeri: Panduan Lengkap untuk UMKM dari Kemasan Vakum hingga Legalitas

Sukma Maharani Putri • Rabu, 9 Juli 2025 | 14:42 WIB
Pelajari tips ekspor tempe dari kemasan hingga perizinan di sini.
Pelajari tips ekspor tempe dari kemasan hingga perizinan di sini.

Jawa Pos Radar Madiun - Tempe bukan hanya makanan khas Indonesia yang digemari di dalam negeri, tetapi juga mulai populer di berbagai negara dunia. Tak heran jika peluang ekspor tempe makin terbuka lebar, terutama untuk pelaku UMKM yang ingin memperluas pasar internasional. Namun, salah satu tantangan utama dalam mengirim tempe ke luar negeri adalah cara pengemasan yang aman dan higienis.

Supaya kualitas tempe tetap terjaga selama pengiriman, penting memahami teknik pengemasan yang benar. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai cara mengemas tempe untuk ekspor agar aman, tahan lama, dan tidak mudah rusak selama proses pengiriman lintas negara.

1. Gunakan Kemasan Vakum yang Rapat

Langkah pertama dan paling penting dalam mengemas tempe ekspor adalah menggunakan kemasan vakum. Tujuannya untuk mencegah pertumbuhan bakteri merugikan selama perjalanan. Plastik vakum mampu menjaga makanan tetap kedap udara sehingga kualitas tempe tetap terjaga hingga sampai di tangan konsumen luar negeri.

Namun perlu dicatat, tempe yang akan divakum sebaiknya adalah tempe mentah, yakni tempe yang belum terkena jamur ragi secara sempurna.

2. Beri Ventilasi Udara untuk Fermentasi

Meski menggunakan kemasan vakum, tempe membutuhkan sirkulasi udara agar jamur baik (Rhizopus oligosporus) tetap hidup dan melakukan fermentasi. Maka dari itu, buatlah sobekan kecil pada kemasan ketika proses fermentasi dimulai di negara tujuan.

Kenapa harus sobekan kecil dan bukan lubang besar? Sobekan kecil menjaga sirkulasi cukup tanpa membuka peluang bagi bakteri jahat masuk. Ventilasi yang terlalu besar justru membuat tempe cepat basi karena terpapar udara bebas secara berlebihan.

3. Simpan Tempe pada Suhu Terkendali

Setelah dikemas, tempe sebaiknya disimpan dalam container berpendingin (cold chain) untuk menjaga suhu tetap stabil selama pengiriman. Tanpa kulkas, tempe hanya bisa bertahan maksimal 2 hari pada suhu ruang. Namun jika disimpan dalam wadah tertutup di kulkas, tempe bisa tahan hingga 10 hari.

Jika kamu ingin mengirim tempe ke luar negeri dengan waktu pengiriman lebih dari 3 hari, sangat disarankan untuk menggunakan jasa pengiriman dengan fasilitas pendingin.

4. Gunakan Tempe yang Diproduksi secara Higienis

Mutu tempe sangat dipengaruhi oleh kebersihan saat proses produksi. Gunakan tempe dari produsen yang memiliki standar produksi bersih dan aman, serta telah memenuhi syarat izin edar dan sertifikasi pangan. Ini penting untuk memastikan tempe tahan lama dan tidak menimbulkan risiko kesehatan saat dikonsumsi di luar negeri.

5. Legalitas Ekspor Tempe: Harus Punya PT?

Bagi pelaku UMKM yang ingin ekspor tempe secara resmi, perlu diketahui bahwa memiliki badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT) merupakan syarat wajib. Kegiatan ekspor resmi tidak bisa dilakukan oleh individu biasa tanpa badan hukum.

Selain PT, kamu juga perlu:

Dengan pengemasan yang tepat, peluang tempe untuk bersaing di pasar ekspor sangat besar. Kuncinya adalah menjaga kualitas, keamanan pangan, serta legalitas usaha. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#bisnis ekspor #ekspor umkm #tempe #ekspor tempe