Jawa Pos Radar Madiun – Gurih, pedas, manis, dan kriuk! Semua rasa itu berpadu sempurna dalam satu sajian sederhana bernama kentang mustofa.
Makanan khas rumahan ini dibuat dari irisan kentang tipis yang digoreng hingga renyah lalu dibumbui dengan tumisan cabai dan bawang.
Hasilnya adalah camilan yang bukan hanya nikmat, tapi juga tahan lama dan serbaguna.
Kentang mustofa cocok disajikan sebagai pendamping nasi panas, lauk darurat untuk anak kos, atau camilan teman nonton yang bikin susah berhenti ngunyah.
Bahkan hanya dengan sepiring nasi hangat dan telur dadar, kehadiran kentang mustofa bisa menyulap makan siang sederhana menjadi istimewa. Simak resep berikut ini.
Bahan-Bahan Kentang Mustofa
500 gram kentang tua (agar renyah)
5 siung bawang putih
1. Persiapan Kentang
Kupas kentang lalu serut memanjang tipis seperti korek api. Rendam dalam air garam selama 10–15 menit untuk mengurangi getah dan mencegah kentang cepat hitam.
2. Pengeringan
Tiriskan kentang lalu keringkan menggunakan tisu dapur atau diangin-anginkan hingga benar-benar kering. Proses ini penting agar kentang tidak lengket saat digoreng.
3. Goreng Hingga Garing
Panaskan banyak minyak di wajan. Goreng kentang secara bertahap dengan api sedang hingga kering dan kuning keemasan. Tiriskan dan letakkan di atas tisu agar minyak terserap.
4. Tumis Bumbu
Haluskan bawang putih dan cabai merah, lalu tumis dengan sedikit minyak hingga harum. Tambahkan gula, garam, kaldu bubuk, dan air asam jawa. Masak hingga bumbu berubah seperti karamel.
5. Aduk Kentang dan Bumbu
Masukkan kentang goreng ke dalam bumbu. Aduk cepat saat api sudah dimatikan agar kentang tetap kriuk dan bumbu merata.
6. Simpan dengan Benar
Biarkan dingin total, lalu simpan dalam toples kaca atau wadah kedap udara. Kentang mustofa siap dinikmati kapan saja!
Cocok untuk Bekal dan Stok Dapur
Kentang mustofa bukan hanya nikmat, tapi juga awet hingga 1–2 minggu jika disimpan dengan benar.
Menu ini sangat cocok untuk anak kos, ibu rumah tangga sibuk, atau siapa pun yang ingin punya lauk instan siap saji di dapur. (afi/cor)
Editor : Andi Chorniawan