Jawa Pos Radar Madiun - Cuaca dingin bediding di malam hari memang paling cocok ditemani dengan semangkuk wedang cemoe hangat.
Minuman tradisional khas Jawa Timur ini memadukan kuah santan yang gurih, aroma jahe yang menenangkan, dan isian yang mengenyangkan seperti roti tawar dan kacang sangrai.
Berbeda dari wedang ronde yang menggunakan kuah jahe bening dan bulatan ketan isi kacang, wedang cemoe hadir dengan rasa gurih-manis dari kuah santan yang hangat.
Rasanya klasik dan menyentuh nostalgia, menjadikannya favorit di berbagai daerah seperti Madiun, Ponorogo, dan sekitarnya.
Bahan-Bahan Wedang Cemoe
Untuk kuah santan:
750 ml air
200 ml santan kental
2 lembar daun pandan
1 ruas jahe, memarkan
100 gr gula pasir (bisa disesuaikan dengan selera)
Sejumput garam
Untuk isian:
Roti tawar, potong kecil dadu
Kacang tanah sangrai, kupas kulitnya
Kolang-kaling iris tipis (opsional)
Sagu mutiara merah, rebus hingga matang
Serutan kelapa muda (jika ada)
Cara Membuat Wedang Cemoe
1. Rebus Kuah Santan
Campurkan air, jahe, dan daun pandan dalam panci. Rebus hingga harum, lalu tambahkan santan, gula, dan sejumput garam.
Aduk perlahan dengan api kecil agar santan tidak pecah. Biarkan mendidih dan beraroma wangi.
2. Siapkan Isiannya
Rebus sagu mutiara hingga bening dan tiriskan. Potong roti tawar dan siapkan kacang tanah sangrai, kolang-kaling, dan serutan kelapa muda bila ada.
3. Sajikan Hangat
Tata isian ke dalam mangkuk atau gelas saji. Siram dengan kuah santan panas. Wedang cemoe siap dinikmati dalam suasana santai di malam hari.
Tips Wedang Cemoe Lebih Lezat
Tambahkan setetes vanili untuk aroma harum yang menggoda.
Bila menggunakan santan instan, pastikan teksturnya cukup kental agar rasa gurihnya tetap terasa.
Untuk cita rasa lebih nJawani, kamu bisa mengganti sebagian gula pasir dengan gula merah yang telah disisir.
Wedang cemoe bukan hanya sekadar minuman penghangat tubuh, tapi juga bagian dari tradisi kuliner yang mengakar di masyarakat Jawa Timur.
Menyajikannya untuk keluarga atau tamu saat malam hujan akan menghadirkan suasana hangat penuh kenangan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani