Jawa Pos Radar Madiun – Getuk goreng adalah camilan khas asal Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang telah melegenda sebagai ikon kuliner lokal.
Terbuat dari bahan dasar singkong dan gula jawa, makanan ini menawarkan cita rasa manis dan gurih, serta tekstur unik yang renyah di luar dan lembut di dalam.
Awalnya, getuk dikenal sebagai makanan kukus yang disantap langsung setelah dihaluskan.
Namun, kreativitas masyarakat Sokaraja melahirkan varian baru: getuk yang digoreng.
Inovasi sederhana ini justru membuat popularitasnya melonjak, menjadikannya oleh-oleh khas Banyumas yang diburu wisatawan.
Bahan dan Resep Getuk Goreng yang Praktis
Untuk membuat getuk goreng khas Sokaraja di rumah, bahan-bahannya cukup sederhana dan mudah ditemukan di pasar tradisional.
Bahan Utama:
1 kg singkong (budin), kupas dan cuci bersih
250 gram gula merah, serut halus
100 gram kelapa parut kasar (opsional)
1/2 sendok teh garam
Minyak goreng secukupnya
Cara Membuat:
1. Kukus Singkong hingga Empuk
Kukus singkong selama 30–40 menit hingga matang. Haluskan selagi panas agar mudah diolah.
2. Campur dengan Gula Merah dan Garam
Masukkan serutan gula merah dan garam ke dalam singkong yang sudah dihaluskan. Aduk hingga merata. Tambahkan kelapa parut bila ingin rasa lebih gurih.
3. Bentuk Adonan
Ambil adonan secukupnya dan bentuk bulat pipih atau sesuai selera. Pastikan ukuran seragam agar matang merata saat digoreng.
4. Goreng Hingga Cokelat Keemasan
Panaskan minyak dan goreng adonan hingga berwarna keemasan. Angkat dan tiriskan sebelum disajikan.
Cita Rasa dan Penyajian Getuk Goreng
Getuk goreng paling nikmat disantap dalam kondisi hangat, terutama saat sore hari ditemani secangkir teh atau kopi.
Perpaduan manis legit gula jawa dan aroma kelapa memberi kesan khas yang tak tergantikan.
Makanan ini juga bisa bertahan dua hari di suhu ruang, atau lebih lama jika disimpan dalam kulkas.
Oleh-Oleh Khas Banyumas yang Melegenda
Di sepanjang jalan utama Sokaraja, berbagai toko oleh-oleh menjajakan getuk goreng dalam beragam merek.
Camilan ini bukan hanya enak, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan budaya lokal. Popularitasnya terus bertahan dari masa ke masa, menjadikannya bagian penting dari identitas kuliner Banyumas. (ebo/cor)
Editor : Andi ChorniawanSumber : Radar Madiun