Jawa Pos Radar Madiun – Seblak bukan lagi sekadar makanan pinggir jalan. Dari jajanan khas Bandung, kuliner ini menjelma menjadi fenomena nasional.
Tapi di antara banyak variasinya, satu yang mencuri perhatian pecinta pedas sejati: Seblak Coet.
Berbeda dari seblak kuah atau seblak kering biasa, seblak coet menghadirkan cita rasa pedas-gurih yang lebih tajam karena diolah langsung dari cobek alias coet.
Apa Itu Seblak Coet?
Dalam bahasa Sunda, coet berarti cobek atau ulekan batu. Sesuai namanya, bumbu seblak coet, terutama cabai, bawang putih, dan kencur, diulek langsung di atas cobek.
Setelah bumbu halus, bahan utama seperti kerupuk basah dicampurkan ke dalam ulekan panas, menciptakan aroma sedap yang menyengat dan suara desisan khas dari minyak panas yang disiramkan.
Tekstur dan rasa menjadi lebih dalam karena proses ini. Tidak encer seperti seblak kuah, dan tak sepadat seblak kering, seblak coet memiliki konsistensi bumbu yang menempel sempurna pada kerupuk, menghasilkan sajian pedas yang benar-benar meresap.
Cita Rasa Khas Seblak Coet
1. Pedas Segar Ulekan: Cabai rawit segar yang diulek tanpa dimasak terlebih dulu menciptakan sensasi pedas yang lebih menusuk lidah. Penjual biasanya menyediakan pilihan level cabe mulai dari lima hingga sepuluh atau lebih.
2. Gurih Bawang dan Kencur: Aroma bawang putih dan kencur mendominasi, menjadi fondasi utama dari kenikmatan seblak coet. Rasa gurihnya tak sekadar dari penyedap, tapi dari bumbu asli yang diulek kasar.
3. Tekstur Kenyal: Kerupuk aci oranye yang direndam sebelum dimasak memberi tekstur kenyal yang pas. Bumbu pekat menyelimuti tiap gigitan.
4. Aroma Minyak Panas: Penyiraman minyak goreng panas di atas ulekan bumbu memberikan sensasi wangi khas yang langsung menggoda sebelum suapan pertama.
Bahan Utama Seblak Coet
Untuk membuat seblak coet ala rumahan, berikut bahan utamanya:
Kerupuk aci oranye atau mawar (direndam air panas hingga lunak)
Cabai rawit merah (sesuai level pedas)
Bawang putih dan kencur
Garam, gula, dan penyedap rasa
Minyak goreng panas
Tambahan opsional: telur, bakso, sosis, siomay, ceker ayam atau mie.
Namun, seblak coet paling otentik biasanya hanya memakai kerupuk dan bumbu sederhana agar rasa kencur dan cabai tetap dominan.
Kenikmatan Menyantap Langsung dari Coet
Salah satu hal paling ikonik dari seblak coet adalah cara penyajiannya. Beberapa penjual menyajikannya langsung dari cobek besar, memberi pengalaman yang lebih tradisional dan mengesankan.
Suara "krosak-krosak" dari ulekan, aroma menyengat dari minyak panas, hingga tampilan cabai yang masih terlihat utuh—semuanya menciptakan daya tarik tersendiri.
Kuliner Khas Sunda yang Makin Digemari
Kini, seblak coet tak hanya mudah ditemukan di Bandung atau Cimahi. Banyak kedai kekinian di Jakarta, Bekasi, dan Surabaya yang mulai menghadirkan varian seblak ini dalam menu mereka.
Bahkan, beberapa gerai menyajikan kuliner ini dalam versi instan atau frozen agar bisa dinikmati di rumah. (den)
Editor : Deni Kurniawan