Jawa Pos Radar Madiun – Nama boleh terdengar eksotis, tapi Kue Kulit Macan Tutul adalah kudapan tradisional yang sederhana dan kaya rasa.
Berasal dari Cianjur, Jawa Barat, resep camilan ini tercatat dalam buku Mustikarasa, warisan kuliner Indonesia terbitan era 1960-an.
Teksturnya lembut dengan aroma santan yang menggoda dan guratan warna khas di permukaannya yang menyerupai corak kulit macan tutul.
Camilan ini berbahan dasar singkong parut yang dipadukan dengan santan gurih, vanili, dan lelehan gula merah.
Setelah dikukus, bagian atas kue membentuk pola tidak beraturan dari irisan gula yang meleleh. Tampilannya menjadi unik, seperti tutul-tutul pada kulit macan.]
Bahan-Bahan Kue Kulit Macan Tutul
4 buah singkong ukuran sedang (kupas dan parut halus)
1/2 butir kelapa (ambil santan kental sebanyak 3 gelas)
1/4 kg gula merah (iris tipis untuk topping)
1 sendok teh garam
1 bungkus vanili bubuk
Bahan-bahannya tergolong mudah ditemukan di pasar tradisional, menjadikannya camilan yang murah meriah namun tetap istimewa.
Cara Membuat Kue Kulit Macan Tutul
1. Persiapkan Singkong dan Santan
Kupas dan cuci bersih singkong, lalu parut halus. Parutan kelapa diperas menjadi santan kental sebanyak tiga gelas.
2. Campur Bahan Utama
Dalam wadah besar, campurkan singkong parut dengan santan, garam, dan vanili bubuk. Aduk rata hingga adonan menyatu sempurna.
3. Siapkan Loyang
Olesi loyang dengan sedikit minyak atau lapisi plastik tipis. Tuang adonan ke dalam loyang, ratakan bagian atas agar rapi.
4. Tambahkan Topping Gula Merah
Taburkan irisan gula merah secara merata di atas permukaan adonan. Saat dikukus, gula akan meleleh dan membentuk motif tutul khas di permukaan kue.
5. Kukus Hingga Matang
Kukus adonan selama kurang lebih 45–60 menit hingga kue matang dan gula merah di atasnya meleleh membentuk pola corak unik.
6. Sajikan Hangat atau Dingin
Kue bisa dinikmati selagi hangat untuk sensasi lembut legit, atau didinginkan terlebih dahulu agar lebih padat dan tahan lama.
Ciri Khas dan Filosofi Nama
Nama Kue Kulit Macan Tutul merujuk pada tampilan permukaannya yang bertutul-tutul cokelat keemasan dari lelehan gula merah.
Guratan ini tampak kontras di atas adonan singkong berwarna putih kekuningan. Secara visual, kue ini menyerupai motif kulit hewan, namun isi dan cita rasanya tetap membumi: gurih, manis, dan lembut.
Kue ini tak hanya cocok untuk camilan keluarga, tetapi juga cocok sebagai suguhan acara adat atau hajatan.
Aroma vanili dan santan yang khas membawa nostalgia akan dapur nenek dan warisan kuliner daerah yang patut dilestarikan. (dew/cor)
Editor : Andi Chorniawan