Jawa Pos Radar Madiun – Siapa bilang hidangan tempo dulu tidak bisa kembali menggoda selera?
Resep tart buah dari buku Mustikarasa warisan kuliner era Presiden Soekarno ini membuktikan bahwa kekayaan kuliner masa lalu patut dilestarikan.
Kue lembut nan legit ini cocok disajikan untuk momen spesial atau sekadar teman minum teh di sore hari.
Bahan-Bahan Tart Buah Mustikarasa
Telur ayam: 6 butir
Gula halus: 2 1/2 cangkir
Mentega: 1/2 cangkir
Tepung terigu: 4 cangkir
Buah kering cincang: nanas, kismis, sukade secukupnya
Cara Membuat Tart Buah Klasik
1. Kocok Mentega dan Gula
Dalam wadah besar, kocok mentega bersama gula halus hingga mengembang dan berwarna pucat. Gunakan mixer kecepatan sedang agar hasil lebih maksimal.
2. Masukkan Telur
Tambahkan telur satu per satu ke dalam adonan mentega sambil terus dikocok hingga adonan tampak ringan dan mengembang.
3. Masukkan Tepung
Setelah campuran telur dan mentega menyatu, masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk rata menggunakan spatula atau mixer dengan kecepatan rendah.
4. Panggang Dasar Kue
Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah diolesi mentega dan dialasi kertas roti. Panggang dalam oven dengan api bawah terlebih dahulu.
5. Tambahkan Buah Kering
Setelah kue mulai tampak kering di permukaan, taburkan sebagian buah-buahan kering cincang ke atasnya. Ini akan menjaga buah tetap berada di tengah kue.
6. Tambahkan Lagi Saat Hampir Matang
Sebelum kue benar-benar matang, tambahkan sisa buah kering agar tampilannya lebih menarik dan rasa buah tersebar merata.
7. Akhiri dengan Api Atas
Setelah seluruh bagian kue terlihat matang dan kokoh, pindahkan api ke bagian atas oven untuk mengeringkan permukaan atas tart hingga berwarna keemasan.
Tart buah resep Mustikarasa sangat cocok disajikan sebagai suguhan tamu, hantaran, atau sajian spesial keluarga.
Perpaduan rasa manis, gurih mentega, dan aroma buah kering menjadikan kue ini tak lekang oleh waktu.
Resep ini bukan hanya tentang rasa, tapi juga jejak sejarah kuliner Nusantara yang pantas dilestarikan generasi kini. (dew/cor)
Editor : Andi Chorniawan