Jawa Pos Radar Madiun – Botok laron adalah salah satu kuliner khas Indonesia yang semakin langka namun menyimpan nilai gizi tinggi.
Hidangan ini terbuat dari laron, serangga musiman yang muncul setelah hujan, dan telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat pedesaan di Pulau Jawa.
Selain rasanya yang gurih khas botok, laron dikenal memiliki kandungan protein yang melimpah, menjadikannya sumber pangan alternatif yang sehat dan berkelanjutan.
Tak hanya kaya nutrisi, proses memasaknya pun menggunakan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan seperti kelapa parut dan daun pisang. Simak resep membuatnya.
Bahan-Bahan Botok Laron (Porsi 4 Bungkus)
1 mangkuk laron segar (sudah dibersihkan)
1/4 butir kelapa, diparut kasar
1 ikat daun bawang, iris halus
10 buah cabai rawit merah
5 siung bawang putih
5 siung bawang merah
Secukupnya lamtoro/petai cina
Garam dan penyedap rasa sesuai selera
Air sedikit
Daun pisang untuk membungkus
Cara Membuat Botok Laron yang Enak dan Bergizi
1. Persiapkan Bumbu dan Bahan Campuran
Haluskan bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit. Campurkan dengan kelapa parut, laron, daun bawang, lamtoro, garam, dan penyedap rasa.
Tambahkan sedikit air agar adonan mudah diaduk dan menyatu sempurna.
2. Bungkus dan Kukus
Ambil selembar daun pisang, beri adonan secukupnya, lalu bungkus rapat dan sematkan dengan lidi. Lakukan hingga adonan habis.
Kukus dalam panci selama 30 menit atau hingga botok matang dan aroma harum keluar.
3. Sajikan dengan Nasi Hangat
Botok laron paling nikmat disantap selagi hangat bersama nasi putih dan sambal ulek.
Tekstur gurih kelapa berpadu dengan rasa khas laron dan pedasnya cabai, menjadikan hidangan ini lezat sekaligus mengenyangkan.
Laron: Sumber Protein Tinggi dan Ramah Lingkungan
Tahukah Anda? Dalam 100 gram laron terkandung lebih dari 30 gram protein, menjadikannya sumber nutrisi hewani yang layak diperhitungkan.
Tak hanya tinggi protein, laron juga mengandung lemak sehat dan zat besi alami.
Mengolah laron menjadi botok adalah cara cerdas masyarakat lokal dalam memanfaatkan kekayaan alam musiman.
Selain itu, penggunaan kelapa dan daun pisang membuat botok laron menjadi hidangan zero waste, tanpa limbah plastik atau pengawet buatan. (ebo/cor)
Editor : Andi Chorniawan